Tampilkan postingan dengan label Mungkin Saja Bemakna... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mungkin Saja Bemakna... Tampilkan semua postingan

Romantisme Soekarno


Siapa yang tidak mengenal Soekarno atau yang biasa disapa Bung Karno, ia seorang orator ulung, negarawan handal, pemikir yang luar biasa, pemimpin dengan konsepsi. Karyanya baik dalam bentuk buku, essay, pidato serta konsepsi – konsepsi beliau masih menjadi topik diskusi yang selalu menarik untuk di diskusikan. Sampai Muhammad Hatta mengatakan “Kalau bung karno sedang ber pidato diatas panggung, maka tidaklah cukup bagi pendengarnya  sekedar bertepuk tangan”.


Namun ada sisi lain dari kehidupan Bung Karno yang jarang sekali diperbincangkan, ya .. Romansa beliau, bagaiman romantisme beliau terhadap istri – istrinya. Bung Karno memang seorang pencinta sejati, pencinta keindahan.

Berikut  kutipan – kutipan kata – kata Bung Karno (BK) yang mewarnai Romantisme kisah cintanya:

Always thinking of you, but impossible to meet you. For the time being physically I’m not near you, but my heart is with you. Love -  Surat BK ke Yurike

Ikutlah bersamaku. Terbang bersama aku. Tetaplah jadi kekasihku - petikan secarik kertas dari BK ke Kartini Manoppo. ketika diatas pesawat

Engkau menjadi terang dimataku. Kau yang akan memungkinkan aku melanjutkan perjuanganku yang maha dasyat - Surat BK kepada Fatmawati

Ia merayuku lagi dan aku pun peka. Dia ulangi kata sukanya padaku. Kurasakan tenaganya. Bibirnya mendekat. Aku ditarik - Inggit tentang BK

Dari ribuan dara di dunia. Kumuliakan engkau sebagai dewiku. Kupuja dengan nyanyian mulia, kembang & setanggi dupa hatiku - Surat BK ke Fatmawati

Dewi sayangku, Segera sesuatunya aman, saya akan kembali ke Jakarta. Saya tetap memikirkanmu. 1000 cium - Surat BK ke Ratna Sari Dewi

Mengapa engkau marah pada saya? ini membuatku sedih & putus asa. Kekasih, tenanglah. Dewi manis, tenanglah. - Surat BK ke Dewi yg ngambek

Sudilah menjadi sumber kegembiraan saya. Kebahagian saya, sumber kekuatan saya. Sumber ilham saya. - surat pinangan BK ke Ratna Sari Dewi

Yuri darling, I’m so glad that you are back again. Did you enjoy your visit to Hongkong ? did you think of me there? - Surat BK ke Yurike Sanger

Ketika aku melihatmu untuk kali yang pertama, hatiku bergetar. Mungkin kau pun mempunyai perasaan yang sama - ( Surat lain BK ke Hartini )

Tuhan telah mempertemukan kita Tien, dan aku mencintaimu. Ini adalah takdir - Surat pertama Bung Karno kepada Hartini

Fatma yang menyinarkan cahaya. Terangi selalu jalan jiwaku supaya sampai dibahagia raja. Dalam swarganya cinta kasihmu - Surat BK ke Fatmawati

Dear Dik Heldy, I’m sending you some dollars, Miss Dior,Diorissimo. Of course, also my love " Mas" - surat cinta Bung Karno ke Heldy Djafar


Istri dapat memaafkan perbuatan suami yang salah. Tetapi mengenai affair dengan wanita lain. Dia tak pernah melupakan - Nasehat BK ke ajudan

Sukarno : sekali suami tidak mengakui hubungan asmaranya dg wanita lain. Sebaiknya ia berbohong untuk selamanya - nasehat BK kepada ajudan

Seorang wanita yg dilimpahi aliran cinta bergelora harus tabah menyaksikan padamnya api asmara takala Sukarno terpikat wanita lain – Hartini

" Cintamu yang selalu menjiwai rakyat. Cinta Fat " - Pesan Fatmawati pada karangan Bunga di hari kematian Bung Karno

Terlepas dari perasaanku. Satu hal patut dipuji. Bung Karno tidak hipokrit - testimoni Fatmawati

Sebagai lelaki. Sukarno pandai mencurahkan perhatiannya secara utuh ke wanita yg dihadapinya & wanita merasa sbg satu2nya - testimoni ajudan

Cintanya kepada wanita yg cantik adalah beban bagi saya. Walau saya berusaha menerima dia sebagaimana adanya. - Pengakuan Hartini ttg BK


Refleksi: Empat tipe manusia

Dalam sebuah Prolog singkatnya yang tertuang menjadi buku, KH Mustafa Bisri ber sajak mengenai empat tipe manusia,

Pertama, orang yang mengetahui bahwa dirinya itu tahu, maka belajar lah dari dia.

Kedua, orang yang tidak mengetahui bahwa dirinya tahu, maka ingatkanlah dia

Ketiga, orang yang mengetahui bahwa dirinya tidak tahu, maka ajarilah dia

Keempat, orang yang tidak mengetahui bahwa dirinya tidak tahu, maka tinggalkanlah dia
 

Isra' Mi'raj dan Relativitas Waktu

Bismillah
"Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu"

Relativitas waktu pertama kali dikemukan oleh Albert Einstein di awal abad ke 20, "Ruang dan waktu merupakan bentuk intuisi, yang tidak bisa dipisahkan dari kesadaran, lebih daripada itu, ia seperti konsep warna, bentuk, ukuran." dan menurut teori relativitas umum, " waktu tidak mempunyai keberadaan yang bebas terpisah dari tatanan peristiwa yang dengannya kita mengukurnya".

Dalam teorinya itu, Einstein menerangkan bahwa tidak ada sesuatu yang mutlak dalam kehidupan ini. Segala sesuatu relatif dalam gerak dan kedudukannya. Sebuah bola yang bulat, suatu saat akan dapat berubah pipih. Begitu pun penggaris yang panjang, pada saat yang berbeda dapat mengerut, pendek. Sebuah benda yang berbobot ringan di satu saat, dapat menjadi berat atau tidak berbobot sama sekali di saat-saat lainnya. Jarum jam yang bergerak cepat mengukur waktu, ada kalanya menjadi lambat bahkan pada satu titik masa, berhenti sama sekali. Juga jantung yang berdenyut menandai usia, dapat mengalami kelambatan hingga usia pun berjalan lebih lambat dari yang semestinya.

relativitas waktu dan isra' mi'raj

Lalu apa hubungannya dengan peristiwa Isra' dan Miraj dengan paparan pembuka diatas, seperti yang kita ketahui Isr'a' merupakan suatu perjalanan dari Masjid Al Haram ( Mekkah ) menuju ke masjid Al Aqsho ( Palestina ) lalu Mi'raj menuju Arsy dan dalam perjalanan menuju arsy tersebut, Muhammad dilihatkan peristiwa masa lalu, yaitu masyarakat - masyarakat terdahulu serta peristiwa masa depan yaitu kehidupan akhirat (surga dan neraka) dan uniknya dalam penuturan rasulullah yang diabadikan dalam Al Quran bahwa peristiwa tersebut terjadi dalam satu malam.

Suatu yang sangat - sangat tidak rasional pada zamannya, sehingga banyak orang yang beriman yang mengalami keraguan, dan orang - orang yang tidak beriman semakin bertambah ketidakpercayaannya, hanya orang - orang seperti Abu Bakar saja yang memiliki kadar keimanan luar biasa berani berteriak bahwa ia percaya. Dalam perjalan sejarah peristiwa Isra' dan Mi'raj dipahami secara dogmatis (Naqliyah) atau secara gaib ( metafisika)  padahal menurut pengakuan Nabi sendiri bahwa ia mengalami perjalanan jasadiyah bukan perjalan rohani, ia mengaku mengendarai sesuatu yang kecepatannya sangat luar biasa cepatnya, sehingga pemahaman dogmatis terdahulu harus mulai dibuktikan secara aqli (akal) sehingga lebih rasional.

Setelah periastiwa Renesains di Eropa yang mengalahkan abad kekuasaan agama (gereja), ilmu pengetahuan tampil dimuka dengan digdaya tanpa terbendung, sesuatu yang tidak masuk dinalar dan akal dianggap salah, ilmu pengetahuan tidak mengenal dimensi iman ketika itu, Soelah ketika saat ini dimulai masa dimana ilmu pengetahuan dan agama mulai hidup secara berlawanan.

Tapi disini lah bukti dari mukjizat para nabi, peristiwa - peristiwa yang tergambarkan dalam kitab suci dapat diteliti dan dapat dipandang ilmiah semisal peristiwa terbelahnya laut merah oleh tongkat Musa, dBanjir Nab Nuh dan peristiwa Isra Mi'raj, khusus yang peristiwa yangterakhir ketika kita memahami ke "relativitasannya" ruang dan waktu seperti yang dikemukakan oleh Einstein maka kita dapat melihat keilmiahan dalam peristiwa tersebut.

"Seorang yang berjalan dengan kecepatan cahaya maka ruang dan waktu bukan lagi hal yang absolut tetapi relatif" itu yang diungkapkan Einstein dan menurut saya itulah peristiwa Isra' dan Mi'raj. Nabi mengendarai sesuatu yang melebihi kecepatan cahaya " v > c" maka sesuai dengan rumus relativitas Einstein maka waktu dan ruang yang dialami seseorang yang berjalan dengan kecepatan melebihi cahaya seperti itu akan sangat relatif

"Maha suci Allah yang telah memperjalankan Hambanya pada suatu malam dari masjil Al Haram menuju Masjid Al Aqsho yang diseklilingnya telah kami berkahi" (Isra':2)

"Sungguh dalam penciptaan langit dan Bumi, pergantian siang dan Malam dan segala peristiwa alam lainnya, terdapat tanda - tanda kebesaran Tuhan, bagi orang yang berfikir"

Daftra Referensi:
Allah is known Through Reason
letslightenupyourworld.blogspot.com

Menjadi yang Sedikit | Sebuah catatan

Selalu ada banyak cerita di setiap perjalan waktu, entah kisah yang memang kita harapkan ataupun kisah yang bahkan tidak pernah kita lintaskan dalam alam sadar ataupun alam bawah sadar kita. "Menjadi yang sedikit" merupakan gambaran dari salah satu refleksi kehidupan diri saya terhadap serial kehidupan yang diantarkan oleh mahluk ajaib bernama "waktu". Sedikit merupakan padanan kata dari kata tidak banyak atau lawan abadi dari kata banyak entah kita lebih suka menjadi bagian dari yang banyak atau menjadi bagian dari yang sedikit.

Sedikit itu kata keterangan yang bermakna kurang, minus tapi bukan berarti selalau salah bahkan terkadang sedikit itu menjadi sebuah kebenaran. Di negeri ini menjadi "sedikit" ber efek dualisme pertama menjadi sedikit di negeri ini adalah sebuah kehormatan karena dengan menjadi sedikit kita menjadi bagian dari sedikit orang yang bertindak jujur, sedikit orang yang tunduk kepada peraturan, sedikit orang yang peduli alam, sedikit orang yang peduli sesama, sedikit orang yang mempunyai integritas. Menjadi banyak di negeri ini sama saja menjadi bagian dari pelaku kecurangan, pelaku contek masal, pelaku pelanggar peraturan, dan banyak lagi .

Dualisme dari efek sedikit ini ialah menjadi sedikit itu berarti harus siap menjadi tidak populer, menjadi pelanggar kebiasaan, menjadi cemoohan masal, menjadi anti gotong royong. begitu kira - kira efek kedua dengan menjadi sedikit. 

saya teringat dengan kisah seorang yang menjadi asing dan terasingkan karena memang sedikit orang yang mengkajinya.

"Dalam suatu perjalanan umrah ke kota mekkah seorang pemuda kaya berhenti sejenak untuk istirahat didekat sebuah kebun rindang, ketika beristirahat dan tidur pulas maka onta yang dikendarainya terlepas dan masuk ke kebun tersebut dan memakan tanaman - tanaman yang ada didalam kebun. Pemilik kebun tersebut seorang kakek , dan mencoba mengehntikannya karena tidak bisa maka kakek tersebut membunuh onta tersebut. 
Ketika terbangun, pemuda ini dikejutkan dengan mendapati bahwa onta miliknya sudah tak bernyawa, lalu kakek tadi menjelaskan perihal kejadian yang sebenarnya, mendengar penjelasan kakek tersebut pemuda ini marah dan memukul kakek pemilik kebun sehingga meninggal dunia, ketika hendak kabur ia ditangkap anak dari kakek yang terbunuh tadi, lalu dilaporkan kepada khalifah.

Singkat cerita, pemuda ini dihukum mati, pemuda ini meminta diberi waktu dua hari untuk pulang ke kampungnya guna menyelesaikan segala hutang piutang dirinya, tetapi khalifah tidak dapat memberi izin kecuali ada orang yang menjadi jaminan kalau - kalau pemuda ini tidak kembali, karena ia merupakan seorang pendatang ia tidak mempunyai kerabat yang dapat menjadi jaminan , lalu tiba - tiba berteriak seorang yang hadir disana dengan bersedia menjadi jaminan dari pemuda tersebut, Abu Dzar namanya.

Sesampai dihari pelaksanaan hukuman, pemuda ini tak kunjung datang dan tepat beberapa menit pelaksanaan hukuman, pemuda ini datang dan semua orang memandang heran, "kenapa engkau hadir?padahal engkau dapat lari dari hukuman ini?" tanya khalifah, pemuda tersebut menjawab "aku datang untuk menepati janji, agar jangan sampai ada orang berkata bahwa tidak ada lagi orang yang menepati janji dan agar orang tidak mengatakan tidak ada lagi lelaki sejati yang berani mempertanggungjawabkan perbuatannya"

lalu khalifah bertanya kepada Abu dzar yang rela memberikan nyawanya sebagai jaminan untuk seorang yang tidak dikenalnya, ia menjawab "Aku lakukan ini agar orang - orang tidak mengatakan bahwa tidak ada lagi lelaki jantan yang bersedia berkorban untuk sesama manusia ciptaan tuhan"

Mendengar dua statement tersebut, anak dari kakek yang melapor tadi berkata "wahai khalfah saya telah memaafkan pemuda ini dan tidak meminta apapun darinya, tidak ada yang lebih utama dari memberi maaf dikala mampu, saya lakukan ini agar orang tidak lagi berkata bahwa tidak ada lagi orang berjiwa besar, yang mau maaf memaafkan"
(cerita ini diambil dari Buku "ketika cinta berbuah surga" karya habiburrahman el shirazy)

Menjadi Berbeda, Menjadi Sedikit

Kembali ke judul tulisan ini, menjadi yang sedikit tidak selalu menghinakan, anda pernah melihat sekelompok bebek, saya yakin anda sering melihatnya, namun pernahkan anda melihat sekawanan elang terbang, hampir pasti anda menjawab tidak pernah, karena mental elang tidaklah sama dengan mental bebek, ia memiliki integritas, kemampuan untuk menjadi diri sendiri dan ia sedikit.

Baca juga:
Mencari Setitik Kejujuran di Negeri Kleptokrasi

Pendapat Tokoh Dunia tentang Nabi Muhammad SAW >> How about you?

Saya tertarik di banyak peringatan tentang Hari Kebangkitan Nasional, banyak berbagai seminar atau pun acara yang membicarakan hal tersebut, Hari kebangkitan Nasional diyakini menjadi titik kebangkitan Indonesia dalam rangka untuk memperjuangkan kemerdekaan. Saya coba menghubungkan kebangkitan Nasional (yang menurut sejarah banyak dipelopori oleh tokoh cendikiawan religius itu) dengan salah satu kebangkitan Universal dunia. Jika ditarik ke untaian sejarah yang lebih jauh lagi, jauh 1400 Tahun yang lalu didaerah Padang pasir gersang yang dihimpit oleh dua peradaban mapan, Romawi dan Persia (seperti Indonesia pada saat itu yang menjadi rebutan berbagai kepentingan luar), ada satu percikan api (meminjam istilah Soekarno) yang membuat pasir dipadang pasir itu berubah sifat menjadi mesiu yang meledakkan api pembaharuan dalam system kehidupan masyarakat. Muhammad Bin Abdullah berhasil mengubah sejarah dunia. Berikut saya petikkan komentar para tokoh dunia mengenai pribadi Nabi Muhammad SAW. Sumbernya saya dapat disini.

1. Mahatma gandhi
Ajaran yang dibawa oleh Muhammad adalah peninggalan yg paling Bijaksana bukan hanya utk Muslim tapi utk seluruh Umat manusia

2. Thomas Carlyle
sesorang yg memiliki jiwa yg tenang dan besar,salah satu kharismatiknya. Dia(Muhammad) sungguh terlalu baik terhadap dunia ini,Sang Pencipta yang menyuruhnya.

3. Dr. Baron Omar Rolf von Ehrenfels
‎"Nabi Muhammad s.a.w. adalah Rasul Islam dan mata rantai terakhir dalam rangkaian para Rasul yang membawa risalah-risalah besar"

4. Annie Besant (1847-1933)
Siapa pun yang memplajari kehidupan dan sifat Nabi besar dari jazirah Arabia ini, siapa pun yang mengetahui bagaimana ia mengajar dan bagamana ia hidup, pasti memberikan rasa hormat kepada Nabi agung itu, salah seorang utusan Tuhan yg luar biasa.(The Life and Teachings of Muhammad, Madras, 1932, h.4)

5.Sir William Muir
Muhammad saw membawa berakhirnya penyembahan berhala. Beliau mengajarkan Monotheism dan Tuhan yg maha Kuasa, Perduli Anak yatim piatu, Emansipasi, perbudakan, melarang alkohol.... (Life of Mohammed" by Sir wiliam Muir)

6. Edward Gibbon (1737-1794)-sejarahwan terbesar Inggris

Memorinya (yakni, Muhammad) sangat besar dan kuat, sikapnya sederhana dan ramah, imajinasinya agung, keputusannya jelas, cepat, dan tegas. Dia memiliki keberanian berpikir maupun bertindak. (History of the Decline and Fall of the Roman Empire, London, 1838, vol.5, h.335)

7. Sir George Bernard Shaw
Saya yakin, apabila orang semacam Muhammad memegang kekuasaan tunggal di dunia modern ini, dia akan berhasil mengatasi segala permasalahan sedemikian hingga membawa kedamaian dan kebahagiaan yang dibutuhkan dunia: Ramalanku, keyakinan yang dibawanya akan diterima Eropa di masa datang dan memang ia telah mulai diterima Eropa saat ini..

8. Michael H. Hart (The 100: A Ranking Of The Most Influential Persons In History, New York, 1978)
Pilihan saya untuk menempatkan Muhammad pada urutan teratas mungkin mengejutkan semua pihak, tapi dialah satu-satunya orang yang sukses baik dalam tataran sekular maupun agama.

9. Bosworth Smith
Dia adalah perpaduan caesar dan paus, tapi dia adalah sang Paus tanpa pretensinya dan seorang caesar tanpa Legionnaire-nya: tanpa tentara, tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa penghasilan tetap, jika ada seorang manusia yg pantas untuk berkata bahwa dia-lah wakil Tuhan penguasa dunia, Muhammad-lah orang itu, karena ia memiliki kekuatan meski ia tak memiliki segala instrument atau penyokongnya". (Mohammad n Mohammadanism, london 1874, h.92)

10. Dr. William Draper
4 tahun setelah kematian Justinian,A.D.569, lahir seorg laki2 (Muhammad saw) di Mekah, Arabia,l aki2 yg telah membrikan pengaruhnya terhadap seluruh Ras Manusia menjadi Pemimpin Agama dr berbagai macam empire,menuntun cara hidup dari 1/3 umat manusia di dunia ini, Beliau pantas diberi gelar Messenger of God....." ('History of Intellectual Development of Europe)

11. James A. Michener
Dalam setiap hal, Muhammad saw adalah seorang yg mengdepankan akal. Ketika putranya meninggal disertai gerhana dan menimbulkan anggapan ummatnya bahwa hal tsb adalah wujud rasa belasungkawa Tuhan kepadanya, Muhammad saw berkata: "Gerhana adalah sebuah kejadian alam biasa, adalah suatu kebodohan mengkaitkannya dengan kematian atau kelahiran seorang manusia". ("Islam: The Misunderstood Religion," dalam READER'S DIGEST (American edition), Mei 1955, hlm. 68-70.)

12. Ir. Soekarno
Cetusan api yang keluar dari Muhammad ini mencetus pada butir pasir-pasir di padang pasir. Dan pasir ini berubah sifat menjadi mesiu dan dinamit yang meledak. Dan ledakannya itu didengarkan oleh seluruh umat manusia didunia ini. Saking hebatnya getaran jiwa Muhammad itu.

Allahumma sholi ala Muhammad…

Belajar Dari Serial "Lorong Waktu"

Akhir tahun 90an, tepatnya disekitaran tahun 1999 masyarakat Indonesia diakrabkan dengan salah satu serial yang bertemakan tentang kehidupan berjudul Lorong Waktu, serial yang disutradarai oleh Deddy Mizwar ini bukan hanya memberi terobsan baru di dunia televisi Indonesia yang ketika itu marak diisi oleh sinetron-sinetron yang hanya memikirkan ratting siarannya, tapi serial ini mampu mengemas tuntunan di balik tontonan yang tidak menggurui.

Serial ini bertemakan suasana suatu perumahan dan kehidupan di masjid utama perumahan tersebut, dengan tokoh Haji Husin (Deddy Mizwar) sebagai Ketua Masjid lalu Uztads Adin (Dicki Candra) sebagai salah satu guru ngaji dan pengurus di masjid tersebut, serta tokoh zidan (Jourast Jordy) yang mewakili anak zaman sekarang.





 

1. Islam dan teknologi

Mungkin, disini tidak akan mengupas ataupun meresensi serial itu kembali, tapi mencoba mengambil pelajaran dari apa yang ditawarkan oleh serial tersebut, suatu gagasan teknologi yang mampu menerobos dimensi ruang dan waktu yang diciptakan oleh uztads memang menarik untuk dicermati, sudah lama dunia islam tifdak melahirkan intelektual kaliber ibnu rusyd dan al ghazali, serial ini mencoba menampilkan wibawa islam senagia ajaran yang universal yang begitu menghargai ilmu pengetahuan, sosok ulama yang dibutuhkan dunia ini adalah seorang intelektual yang all around yang mampu mengembangkan gagasan - gagasan inovatif yang bermoral, seperti yang diungkapkan oleh Dr. Hasan Al-Turabi, memberikan definisi yang menarik tentang ulama, dalam artikelnya yang dimuat dalam Voice of Resurgent Islam(1983) pada halaman 245, ia menulis: "apa yanng saya maksudkan dengan ulama? secara historis, perkataan ini bermakna mereka yang punya kepakaran dalam hal ilmu agama. Akan tetapi, ilmu ('ilm) tidak hanya bermakna itu. Ia bermakna siapa pun yang mengetahui secara mendalam tentang sesuatu yang dikaitkan degan Tuhan. Karena semua ilmu  adalah bercorak ilahiah dan agamis. seorang ahli kimia, insinyur, ekonom ataupun yuris, semuanya ulama. Maka ulama dalam pengertian yang luas ini, apakah mereka ilmuan sosial, ilmuan sains atau filosof haruslah mencerahkan masyarakat."

2. Islam dan pendidikan

Dalam perjalanan sejarah, perluasan - perluasan wilayah yang dilakukan oleh islam memberikan suatu kenyataan unik bahwa tawaran islam memang layak untuk dijadikan peradaban alternatif zaman ini, yang dilakukan oleh penakluk islam ketika menaklukan suatu kota yang pertama kali dibangun ialah sekolah dan masjid, sekolah merepresentasikan sebagai pembebas manusia dari kebodohan dan masjid sebagai sarana pembebasan manusia dari kehampaan/kekosongan hati dari zat pemilik hati. di serial ini pun kita disajikan keduanya, masjid yang juga menyediakan perpustakaan yang besar serta pusat pendidikan dengan TK/TPA nya.

3. Islam dan Kehidupan

Realitas sosial merupakan hal yang ingin diperbaiki oleh islam, di awal kemunculannya islam memang diturunkan untuk menggantikan kehidupan sosial yang jauh dari keadilan, dimana perbudakan dan kemiskinan meraja rela, islam pun tampil sebagai solusi dari permasalahan-permasalahan tersebut, Lorong waktu mengambarkan peran islam bukan hanya terletak dibidang peribadatan yang kaku, tapi masjid selain dijadikan tempat pendidikan juga diberi ruang untuk membantu masyarakat dibidang ekonomi dengan koperasi dan tempat penjualan barabg - barang pokok masyarakat.

semoga kehidupan masyarakat yang digambarkan didalam serial lorong waktu ini akan menjadi kehidupan yang sebenarnya bukan hanya sebagai suata angan negeri utopis yang terdapat dalam dongeng - dongeng sejarah, kerja keras serta jihad intelektual menjadi modal utama untuk kerja besar ke arah ini, sebuah pelajaran dari serial lorong waktu.

Kata InspirasiKu Part1



Bagi sang jiwa yang memeluk jiwaku
Bagi hati yang mencurahkan rahasia-rahasianya pada hatiku
Dan bagi tangan yang menyalakan api emosiku
Aku persembahkan buku ini!
(Kahlil Gibran)


Manusia yang menjadi konsunmen berkepanjangan adalah mereka yang tidak layak bagi peradaban. Mereka budak kultural bangsa lain
(Syafii Maarif)

Seorang penguasa akan hancur bilamana ia senantiasa baik; ia haruslah secerdik fox dan seganas singa
(Machiavelli, The Prince, hlm 507)

Islam bila dipahami secara benar dari sumbernya yang otentik, dapat ditawarkan untuk menjadi pilar peradaban alternatif bagi abad yang akan datang dengan syarat kita bersedia menghapuskan daki-daki sejarah yang melekat pada dirinya selama kurun waktu yang panjang dengan menempatkan AL Quran sebagai filternya yang paling utama.

Pemuda!!!
Adalah mereka yang mampu memimpikan sesuatu yang tidak mampu dimimpikan oleh siapapun
(J.F Kennedy)

Firman Tuhan inilah yang akan selalu menjadi gitaku dan itu pula yang seharusnya menjadi gitamu “Tidak akan diubah keadaan suatu bangsa kecuali bangsa itulah yang akan merubahnya”.
(Ir Soekarno)

"Bermimpilah maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu"
(A Hirata)

"Wahai bintang! "Apakah engkau mengetahui keberadaan mimpi-mimpiku", Bintang Menjawab: "Ya, aku mengetahuinya, tempatnya jauh lebih tinggi dari tempatku dan cahayanya jauh lebih terang dari cahayaku""
(Hasbullah)

"Kerja besar hanya dapat dilakukan oleh mereka yang memiliki kedekatan dengan yang Mahabesar"
(Salim Qalbu)

Mutiara dari Pondok Madani

Akan tiba masa ketika kalian dihadang badai hidup. Bisa badai diluar diri kalian, bisa badai didalam diri kalian. Hadapilah dengan tabah dan Sabar, jangan lari. Badai pasti berlalu.

Badai paling dahsyat dalam sejarah manusia adalah badai jiwa, badai rohani, badai hati. Inilah badai dalam dalam perjalanan menemukan dirinya yang sejati. Inilah badai yang bisa membongkar dan mengempaskan iman, logika, kepercayaa  diri, dan tujuan hdup. Akibat badai ini bisa lebih hebat dari badai ragawi. Menangilah badai rohani dengan iman dan sabar, kaian akan menjinakkan dunia akhirat.

Bila badai datang. Hadapi dengan iman dan sabar. Laut tenang ada untuk dinikmati dan disyukuri. Sebaliknya badai ada untuk ditaklukkan, bukan ditangisi. Bukankah karakter pelaut andal ditatah oleh badai yang silih berganti ketika melintas lautan tak bertepi.

Man shabara Zhafira

Terinspirasi dari novel Ranah 3 Warna

Peradaban Tanpa Cinta

Empat Belas abad yang lalu, seorang budak hitam dari Ethiopia mampu bertahan ketika disiksa dibawah terik padang pasir gersang dan panas dapat dikatakan bahwa alasannya bertahan karena cinta kepada Tuhan-nya, Budak itu bernama Bilal bin Rhabbah yang tetap mempertahankan kata ahad ketika dipaksa untuk meninggalkan keyakinannya. Pun dengan Umar Bin Khatab yang rela berkeliling ke stiap pelosok negerinya guna memastikan rakyatnya tidur dalam kondisi yang tiada kekurangan itupun karena cinta (Umar ketika itu menjabat sebagai kepala negara), lalu apa jadinya jika Dunia ini tanpa cinta, sedikit mengutip Rumi “ Jika Tiada Cinta, Dunia akan membeku”(1).


Cinta adalah akar dari segala kebaikan dan keutamaan hidup manusia, namun di zaman yang serba materalistis ini masih kah dapat menemukan cinta yang tulus ikhlas, tentu masih ada, tapi timbul lagi pertanyaan, Dimana?. Melihat kebiasaan manusia zaman ini yang semakin egois dan mementingkan diri sendiri, sulit rasanya mengatakan bahwa cinta masih bijak lestari berkembang diseantero negeri.


Bukankah cinta tu kekuatan yang dapat membuat manusia mampu melakukan hal-hal yang dapat dikatakan luar biasa,contoh dalam paragraf pertama diatas merupakan suatu bentuk real kekuatan cinta itu sendiri, namun di zaman ini manusia sering kali mengecilkan makna cinta, cinta mengalami beribu-ribu penyempitan makna. Cinta yang mulanya besar yang mempersatukan dunia, kini menyempit menjadi cinta yang hanya mencintai negara sendiri dengan berasaskan nasionalisme, kemudian megerucut kembali menjaid cinta yang hanya mementingkan daerah sendiri dalam bingkai cinta tanah air, lalu mengecil kembali menjadi cinta yang hanya mementingkan golongan lalu sampailah cinta ke “titik beku”  ke "titik nadir" peradaban sehingga menjadi buih -buih sejarah peradaban.


cinta adalah kekuatan
yang mampu
mengubah duri jadi mawar,
mengubah cuka jadi anggur,
mengubah malang jadi untung,
mengubah sedih jadi riang,
mengubah setan jadi nabi,
mengubah iblis jadi malaikat,
mengubah sakit jadi sehat,
mengubah kikir jadi dermawan
mengubah kandang jadi taman
mengubah penjara jadi istana
mengubah amarah jadi ramah
mengubah musibah jadi muhibah
itulah cinta!(2)




Akhirnya, akankah dunia yang akan datang dapat menciptakan sebuah tatanan peradaban yang baru yang tambil dengan eksen yang ramah dan toleran? Sulit memang menjawab pertanyaan ini, namun sikap optimis dalam berusaha dan berjuang menjadi tugas bersama yang akan membutuhkan tenaga yang besar dalam perjuangan menuju peradaban baru yang dihiasi dengan cinta disetiap lini kehidupan yang akan menngantikan Peradaban Tanpa Cinta ini.


Butuh Energi yang besar untuk suatu kerja besar, dan butuh jiwa besar dalam mewjudkan kerja besar dan kebesaran hanya dapat diperoleh dengan mendekatkan diri kepada yang maha besar. Orang yang tidak mempunyai apa-apa tidak akan dapat memberikan apa-apa. Karena antara hati dan hati Allah lah yang menjadi pembatasnya. Dan Hati hanya bisa disentuh dengan hati yang lurus. (3)




(1)  Syafii Maarif , Peta Bumi Intetektualisme Islam, Bandung, Mizan, 1993, hlm 17.

(2)  Puisi Jalaluddin Rumi, Matsnawi.

(3)  Salim Qalbu.


Muahmmad Aldrin Julianto

3 Maret 2011

Ketiadaan Tuhan (dihati)

Akhir-akhir ini entah mengapa saya lebih menyukai sebuah kajian yang bersifat sosial ketimbang menulis tentang science dan rekayasa teknologi, mungkin dikarenakan kurang dihargainya orang - orang yang mendikasikan dirinya untuk perkembangan ilmu pengethuan dan teknologi atau karena alasan lainnya. saya tidak tahu...

Diskusi jalanan belakangan ini menjadi suatu kebiasaan saya dan teman-teman, baik dilakukan sambil makan, nongkrong, begadang dan berbagai aktifitas pergaulan lainnya, dari membicarakan masa depan, bisnis, perkembangan teknologi, sampai dengan membiacarakan berita-berita yang sedang menjadi headline di berbagai media masa.

Entah kenapa kebiasaan ini saya rasa suatu perubahan positif "artinya seperti yang pernah saya kutipkan bahwa ciri bangsa yang besar adalah yang masyarakatnya gemar menulis dan membaca" atau pun berdiskusi.

Dalam suatu dialog yang pernah kami bahas secara natural tentunya bukan dialog dengan jawaban-jabawan "normatif" (kosakata yang baru bahkan saya tidak tahu persis makna kata itu) ala politisi negeri ini. yang pada akhirnya sampai pada suatu pembahasan mengenai kisah Einstein kecil yang mendialogkan tentang Tuhan dengan gurunya.

mungkin kita semua telah pernah membaca kisah tersebut, saya begitu tertarik dengan logika berfikir ala Einstein tersebut. berikut jawaban-jawan beliau:

" Apakah dingin itu ada? sesungguhnya dingin itu tidak ada, dingin hanyalah suatu kondisi dimana tidak ada kalor (panas) yang mengalir"

"apakah gelap itu ada? sesungghunya gelap hanyalah suatu keadaan dimana tidak terdapatnya cahaya"

"Apakah kejahatan itu ada? sesungguhnya kejahatan itu tidak ada, kejahatan hanyalah suatu kondisi dimana tidak adanya Tuhan di hati kita"

Kejahatan adalah kondisi ketiadaan Tuhan dihati kita, kalau dikaitkan dengan kondisi sekarang acap kali kita temukan bentuk-bentuk kekerasan (kalau terlalu kasar meyebutnya sebagai suatu kejahatan) dengan berbagai dalih. Mungkin kita harus ber-instrospeksi sejenak, apakah memang kita telah menghadirkan Tuhan di hati kita?, disetiap perbuatan dan tingkah laku kita?, aktifitas kita?
hanya kita dan Tuhanlah yang mengetahuinya???

allahualam bishowab,

Puisi Cinta Rumi

cinta memanglah suatu yang abstrak, kalau kita ibaratkan postulat Einstein mengenai teoti relativitas khusus, maka cinta pun begitu, berbagai macam interpretasi yang dapat menerjemahkan kata itu, sesuai dengan kerangka acuan yang mendasari penerjemahan itu.

Cinta merupakan fitrah dasar umat manusia, sejak Adam diciptakan hingga sekarang. ia tetap bijak lestari dan tak ada yang berabi secara gamblang untuk membuat definisi pasti tentang kata itu.

Ketika berbicara masalah cinta, sesungguhnya saya sangat menyukai sebuah definisi yang diberikan oleh Rumi

Rumi, -Jalaludin Rumi merupakan seorang tokoh intelektual, penulis dan sastrawan yang memiliki ide - ide yang menyegarkan mengenai ide pembaharuan dan perbaikan moral manusia

salah satu puisi dari banyak karyanya yang telah begitu banyak menginspirasi dan telah banyak diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia ini adalah puisinya yang dikutip oleh Habiburahman El Shirezi dalam salah satu karya best sellernya.(saya lupa judul puisinya)

Cinta!

Menurutku, sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar...

Namun jika cinta kudatangi, aku jadi malu pada keteranganku sendiri...

Meskipun lidahku telah mampu menguraikan dengan terang...

Namun tanpa lidah, cinta ternyata lebih terang....

Sementara pena begitu tergesa-gesa menulisnkannya....

Kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta,

Akal terbaring tak berdaya, bagai keledai terbaring dalam lumpur...

Cinta sendirilah yang dapat menerangkan cinta dan percintaan.


*
sebuah kejujuran yang telah diberikan Rumi dalam menggambarkan tentang makna cinta dimana ia berujar bahwa sesungguhnya hanya cinta sendiri lah yang mampu menjelaskan tentang dirinya...

CARA MENGHADAPI MASALAH KEHIDUPAN DENGAN AL-QUR’AN

Salam semangat kawan..


Di awal tahun ini, saya doakan semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung...

sedikit berbagi, saya teringat salah satu kiriman seorang sahabat ketika saya "mengeluh" akan betapa sulitnya masalah yang sedang saya hadapi....


Berikut ini kiriman dari seorang sahabat... semoga kita semakin semangat dalam menjalani setiap episode kehidupan yang dipersembahkan-Nya dengan segala cinta...

KENAPA AKU TIDAK MENDAPATKAN APA YANG AKU
IDAM-IDAMKAN?

•Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah:216)

KENAPA UJIAN SEBERAT INI?

•Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (Al-Baqarah:286)

RASA FRUSTASI?

•Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (Al-Imran:139)

BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA?
•Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (Ali-Imran:200)
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'. ( Al-Baqarah:45)

APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.( At-Taubah:111)

KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?

•Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal. (At-Taubah:129)

AKU TAK DAPAT BERTAHAN LAGI!!!!!

•dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (Yusuf:87)
•Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu. (An-Nisaa':86)

saya berkesimpulan dan saya berjanji "tidak" akan mengucapkan kaliamat yang bernada keluhan lagi "ya Tuhan saya mempunyai masalah yang besar" tapi saya akan berteriak lantang "wahai masalah saya mempunyai Tuhan yang maha besar"

Dari Seorang sahabat...

Truth, Cry and Lie

00.22 AM

Decenber, 16th 2010

Para sahabat, kali ini saya bukan mau membahas salah satu judul album dari grup Band LETTO, tapi hanya sekedar untuk mendiskusikan kembali makna kebenaran(truth) yang mungkin harus dibayar dengan tangisan(cry) untuk melawan kebohongan(Lie).

Ya hanya sekedar mendiskusikan ulang makna ketiga kata tersebut,

  • Rasulullah Muhammad pernah berkata “Katakanlah kejujuran(truth) walau kejujuran itu pahit(cry)
  • Imam Ali bin Abi Thalib berkata,”Buah dari melakukan kebohongan(Lie). adalah kehinaan di dunia dan siksa di akherat.”
  • Diantara perkataan Ali adalah, “Orang yang melakukan kebohongan(Lie). akan mendapatkan tiga hal; Kemurkaan Allah, dilecehkan manusia, dan kebencian malaikat.’
  • Ibnu Mas’ud menyatakan, “Kesalahan lisan yang paling besar adalah kebohongan.”
  • Aristoteles pernah ditanya, “Apa yang akan didapatkan manusia dari para kebohongan(Lie).? “Maka dia menjawab, “Tidak adanya kepercayaan orang – orang bagi mereka, kendati mereka berkata benar.”
  • Ahmad Amin menegaskan, “Orang munafik(Lie) adalah orang yang memuji hal – hal yang sebenarnya tidak terdapat pada dirimu, demi memperoleh sesuatu yang sebenarnya tidak layak dia dapatkan.”
  • Plato berkata, “ Orang munafik(Lie) adalah orang yang memujimu dengan kebaikan yang tidak ada pada dirimu dan dia menyenangi engkau. Orang munafik juga adalah orang yang mencelamu, dan dia sangat membencimu.”

· Umar bin Abdul Aziz berkata, “Aku tidak pernah berbohong(lie) lagi semenjak aku mengetahui bahwa itu memberi cela kepada pelakunya.”

· Imam Al-Auza’I menyatakan, “Demi Allah, meskipun ada suara dari langit yang mengatakan bahwa berbohong(lie) itu halal, maka aku tetap takkan berbohong.”

Ya hanya sekedah mendiskusikan fenomena kata-kata tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari, akankah kita akan memilih tangisan(cry) dalam usaha untuk menegakkan sebuah makna yang bernama kejujuran(truth) diantara peluang mendapatkan senyuman dan pujian dalam sebuah kebohongan(lie) yang sederhana..

Ya hanya sekedar mendiskusikan....

Logika Stigma

Ada sebuah pepatah Arab yang cukup terkenal yang mengatakan
“ Engkau boleh saja mengeluh karena bunga mawar itu berduri tapi kau harus tahu dibalik duri itu tumbuh bunga mawar yang sangat indah”
Mawar berduri…suatu yang alami.
Mawar itu Indah…suatu yang alami pula.
Lalu tergantung persepsi kita dalam memandang bunga mawar, apakah bunga mawar sesuatu yang membayahakan atau justru bunga mawar merupakan sesuatu yang indah yang harus kita pelihara.
Yah tergantung persepsi…
Lalu apakah kita biarkan persepsi itu sesuatu yang buruk, sesuatu yang berbahaya, serta sesuatu yang negative lainnya… tidakkah kita seharusnya membiarkan persepsi kita untuk berkembang membayangkan sesuatu yang baik, berfikir positif dalam memandang suatu objek.
Bukankah Allah pernah berfirman
“sesungguhnya Aku mengikuti prasangka hambaKu kepadaKu”
Jadi tidak ada gunanya kita berfikir negative yang justru akan membuat kita sulit melangkah, berfikirlah positif untuk sesuatu yang telah terjadi dan yang akan terjadi…

Berawal Dari Kata “Aku Lebih Baik”


Pernah dengar suatu kisah tentang Lukman Al Hakim bersama anaknya
‘suatu ketika lukman al hakim dan anaknya berjalan bersama anaknya dengan menuntun keledai kecil dan ketika melewati suatu desa, penduduk desa itu berkata “lihat bapak dan anak itu, punya keledai tapi tidak dimanfaatkan”, mendengar perkataan penduduk tersebut, lukman dan memutuskan untuk menaiki keledai ini tapi karena keledai ini kecil maka salah satu dari mereka ada yang naik dan ada yang berjalan, dan untuk giliran pertama ini anaknya yang naik dan Lukman berjalan, ketika melewati desa kedua, penduduk desa tersebut berkata lagi, “lihat anak yang tidak berbakti terhadap orang tua, tega betul membiarkan orang tuanya bersusah-susah berjalan dan ia dengan enak mengendarai keledai”, mendengar perkataan Lukmaan anaknya memutuskan untuk bergantian, setibanya di desa selanjutnya, penduduk desa itu berkata lagi, “lihatlah bapak yang tidak tahu diri, membiarkan anaknya berjalan sedangkan ia menaiki keledai”, mendengar cibiran tersebut, mereka memutuskan untuk menaiki keledai kecil itu berdua dan setibanya didesa selanjutnya, mereka mendengar ejekan penduduk lagi, lihatlah bapak dan anak yang tidak tahu diri, menaiki keledai keil bersama-sama”…..

Manusiawi memang, sifat manusia yang selalu menghakimi secara subjektif tanpa pernah melihat sisi lain dari suatu peristiwa, bukankah kebenaran mutlak itu hanyalah milik Allah, Rabb pemilik ilmu yang Maha luas ilmunya, dan tidak sepantasnya lah kita sebagai manusia menghakimi sesama manusia hanya karena berbeda sudut pandang dalam suatu perbuatan, bukankah Rasulullah pernah mencontohkan suatu ketika ada seorang Arab Badui yang buang air dimasjid, dan para sahabat yang melihat itu langsung mengeluarkan pedangnya karena tempat suci ini di hina oleh kaum Badui, namun apa kata Rasulullah “ jangan, ia berbuat begitu karena ia belum tahu….” Suatu pandangan dan toleransi yang begitu mulia bukan.. namun kita yang mengaku umat beliau sering kali merasa diri kita lebih baik dari orang lain, ibadah kita lebih banyak dari orang lain, cara ibadah kita yang paling benar… dan kata-kata yang menunjukkan bahwa “AKU LEBIH BAIK….”, namun sadarkah kita kata itu pula yang menjadi penyebab pembunuhan pertama manusia ketika qabil merasa dirinya lebih baik dari habil, kata itu pula yang menyebabkan setan dikeluarkan dikeluarkan dari surga, ketika setan mengatakan “Aku Lebih Baik” dari manusia…

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya untuk orang lain”
(Al hadist)

Wallahualam Bi Showab

Mungkin Saja Bermakna…
Salam Santun.

Negeri 5 Menara



Man Jadda Wa Jada”, kalimat yang begitu menjadi motivasi utama santri-santri pondok pesantren madani (PM), kalimat ini pula yang mengantarkan 6 orang sahabat menuju menara-menara impiannya.

Berawal dari kalimat suci ini, lalu persahabatan ala pesantren, peraturan tegas non tertulis yang begitu mengikat, dipersatukan dengan hukuman jewer berantai yang semakin menyatukan mereka, 6 sahabat ini mendeklarasikan diri mereka sebagai “sahibul menara “, dengan markas menara masjid yang menjadi secret mereka dalam perjalanan luar biasa menjemput impiannya.







“kini dibawah menara PM itu, imajinasiku kembali melihat awan-awan itu menjelma menjadi peta dunia. Tepatnya menjadi dataran yang didatangi Colombus 500 tahun silam: Benua Amerika… lalu temanku Raja mengejutkanku dan, berkata “ aku malah sama sekali tidak melihat Amerika. Malah menurutku lebih mirip benua Eropa” sambil menunjuk ke gumpalan awan yang agak gelap. Aku ingin menjalani jejak langkah Thariq bin Ziyad, menapaki perjalanan Ibnu Batuatah dan jejak ilmu Ibnu Rusyd di Spanyol…. Atang dan Baso merasa awan-awan itu bergerumbul membentuk kontinen Asia Afrika. “menurutnya tempat yang perlu didatangi itu Timur Tengah dan Afrika, karena sering disebut dalam kitab suci agama samawi. Apalagi mesir yang disebut ibu peradaban dunia…. Sedangkan Said dan Dulmajid tetap menggeleng-gelengkan kepala tidak mengerti, mereka menganggap awan ini ada di langit Indonesia, karena itu apa pun imajinasi orang itu tetaplah Indonesia





Diatas merupakan salah satu cuplikan percakapan di dalam novel negeri 5 menara yang sangat menginspirasi. Dengan cita-cita setinggi dan setegap menara dan kesungguhan usaha dibalut motivasi optimisme terhadap Tuhan sang pengabul harapan dan kalimat yang sudah terukir dalam hati-hati mereka MAN JADDA WA JADA.

Kelak akan mengantarkan mereka terbang menuju menara impian mereka, sebuah kisah penuh inspirasi yang akan membuka frame berfikir masyarakat Indonesia sekarang yang begitu kecil dalam menatap masa depan, sebuah santapan pemikiran yang luar biasa yang akan membinasakan parasit-parasit pesimisme yang mematikan.



Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan kunjungi situs berikut