Refleksi: Empat tipe manusia
Pertama, orang yang mengetahui bahwa dirinya itu tahu, maka belajar lah dari dia.
Kedua, orang yang tidak mengetahui bahwa dirinya tahu, maka ingatkanlah dia
Ketiga, orang yang mengetahui bahwa dirinya tidak tahu, maka ajarilah dia
Keempat, orang yang tidak mengetahui bahwa dirinya tidak tahu, maka tinggalkanlah dia
Isra' Mi'raj dan Relativitas Waktu
Menjadi yang Sedikit | Sebuah catatan
(cerita ini diambil dari Buku "ketika cinta berbuah surga" karya habiburrahman el shirazy)
Baca juga:
Mencari Setitik Kejujuran di Negeri Kleptokrasi
Pendapat Tokoh Dunia tentang Nabi Muhammad SAW >> How about you?
10. Dr. William Draper
11. James A. Michener
Belajar Dari Serial "Lorong Waktu"
Serial ini bertemakan suasana suatu perumahan dan kehidupan di masjid utama perumahan tersebut, dengan tokoh Haji Husin (Deddy Mizwar) sebagai Ketua Masjid lalu Uztads Adin (Dicki Candra) sebagai salah satu guru ngaji dan pengurus di masjid tersebut, serta tokoh zidan (Jourast Jordy) yang mewakili anak zaman sekarang.
1. Islam dan teknologi
Mungkin, disini tidak akan mengupas ataupun meresensi serial itu kembali, tapi mencoba mengambil pelajaran dari apa yang ditawarkan oleh serial tersebut, suatu gagasan teknologi yang mampu menerobos dimensi ruang dan waktu yang diciptakan oleh uztads memang menarik untuk dicermati, sudah lama dunia islam tifdak melahirkan intelektual kaliber ibnu rusyd dan al ghazali, serial ini mencoba menampilkan wibawa islam senagia ajaran yang universal yang begitu menghargai ilmu pengetahuan, sosok ulama yang dibutuhkan dunia ini adalah seorang intelektual yang all around yang mampu mengembangkan gagasan - gagasan inovatif yang bermoral, seperti yang diungkapkan oleh Dr. Hasan Al-Turabi, memberikan definisi yang menarik tentang ulama, dalam artikelnya yang dimuat dalam Voice of Resurgent Islam(1983) pada halaman 245, ia menulis: "apa yanng saya maksudkan dengan ulama? secara historis, perkataan ini bermakna mereka yang punya kepakaran dalam hal ilmu agama. Akan tetapi, ilmu ('ilm) tidak hanya bermakna itu. Ia bermakna siapa pun yang mengetahui secara mendalam tentang sesuatu yang dikaitkan degan Tuhan. Karena semua ilmu adalah bercorak ilahiah dan agamis. seorang ahli kimia, insinyur, ekonom ataupun yuris, semuanya ulama. Maka ulama dalam pengertian yang luas ini, apakah mereka ilmuan sosial, ilmuan sains atau filosof haruslah mencerahkan masyarakat."
2. Islam dan pendidikan
Dalam perjalanan sejarah, perluasan - perluasan wilayah yang dilakukan oleh islam memberikan suatu kenyataan unik bahwa tawaran islam memang layak untuk dijadikan peradaban alternatif zaman ini, yang dilakukan oleh penakluk islam ketika menaklukan suatu kota yang pertama kali dibangun ialah sekolah dan masjid, sekolah merepresentasikan sebagai pembebas manusia dari kebodohan dan masjid sebagai sarana pembebasan manusia dari kehampaan/kekosongan hati dari zat pemilik hati. di serial ini pun kita disajikan keduanya, masjid yang juga menyediakan perpustakaan yang besar serta pusat pendidikan dengan TK/TPA nya.
3. Islam dan Kehidupan
Realitas sosial merupakan hal yang ingin diperbaiki oleh islam, di awal kemunculannya islam memang diturunkan untuk menggantikan kehidupan sosial yang jauh dari keadilan, dimana perbudakan dan kemiskinan meraja rela, islam pun tampil sebagai solusi dari permasalahan-permasalahan tersebut, Lorong waktu mengambarkan peran islam bukan hanya terletak dibidang peribadatan yang kaku, tapi masjid selain dijadikan tempat pendidikan juga diberi ruang untuk membantu masyarakat dibidang ekonomi dengan koperasi dan tempat penjualan barabg - barang pokok masyarakat.
semoga kehidupan masyarakat yang digambarkan didalam serial lorong waktu ini akan menjadi kehidupan yang sebenarnya bukan hanya sebagai suata angan negeri utopis yang terdapat dalam dongeng - dongeng sejarah, kerja keras serta jihad intelektual menjadi modal utama untuk kerja besar ke arah ini, sebuah pelajaran dari serial lorong waktu.
Kata InspirasiKu Part1
Mutiara dari Pondok Madani
Badai paling dahsyat dalam sejarah manusia adalah badai jiwa, badai rohani, badai hati. Inilah badai dalam dalam perjalanan menemukan dirinya yang sejati. Inilah badai yang bisa membongkar dan mengempaskan iman, logika, kepercayaa diri, dan tujuan hdup. Akibat badai ini bisa lebih hebat dari badai ragawi. Menangilah badai rohani dengan iman dan sabar, kaian akan menjinakkan dunia akhirat.
Bila badai datang. Hadapi dengan iman dan sabar. Laut tenang ada untuk dinikmati dan disyukuri. Sebaliknya badai ada untuk ditaklukkan, bukan ditangisi. Bukankah karakter pelaut andal ditatah oleh badai yang silih berganti ketika melintas lautan tak bertepi.
Man shabara Zhafira
Terinspirasi dari novel Ranah 3 Warna
Peradaban Tanpa Cinta
Cinta adalah akar dari segala kebaikan dan keutamaan hidup manusia, namun di zaman yang serba materalistis ini masih kah dapat menemukan cinta yang tulus ikhlas, tentu masih ada, tapi timbul lagi pertanyaan, Dimana?. Melihat kebiasaan manusia zaman ini yang semakin egois dan mementingkan diri sendiri, sulit rasanya mengatakan bahwa cinta masih bijak lestari berkembang diseantero negeri.
Bukankah cinta tu kekuatan yang dapat membuat manusia mampu melakukan hal-hal yang dapat dikatakan luar biasa,contoh dalam paragraf pertama diatas merupakan suatu bentuk real kekuatan cinta itu sendiri, namun di zaman ini manusia sering kali mengecilkan makna cinta, cinta mengalami beribu-ribu penyempitan makna. Cinta yang mulanya besar yang mempersatukan dunia, kini menyempit menjadi cinta yang hanya mencintai negara sendiri dengan berasaskan nasionalisme, kemudian megerucut kembali menjaid cinta yang hanya mementingkan daerah sendiri dalam bingkai cinta tanah air, lalu mengecil kembali menjadi cinta yang hanya mementingkan golongan lalu sampailah cinta ke “titik beku” ke "titik nadir" peradaban sehingga menjadi buih -buih sejarah peradaban.
yang mampu
mengubah duri jadi mawar,
mengubah cuka jadi anggur,
mengubah malang jadi untung,
mengubah sedih jadi riang,
mengubah setan jadi nabi,
mengubah iblis jadi malaikat,
mengubah sakit jadi sehat,
mengubah kikir jadi dermawan
mengubah kandang jadi taman
mengubah penjara jadi istana
mengubah amarah jadi ramah
mengubah musibah jadi muhibah
itulah cinta!(2)
Akhirnya, akankah dunia yang akan datang dapat menciptakan sebuah tatanan peradaban yang baru yang tambil dengan eksen yang ramah dan toleran? Sulit memang menjawab pertanyaan ini, namun sikap optimis dalam berusaha dan berjuang menjadi tugas bersama yang akan membutuhkan tenaga yang besar dalam perjuangan menuju peradaban baru yang dihiasi dengan cinta disetiap lini kehidupan yang akan menngantikan Peradaban Tanpa Cinta ini.
Butuh Energi yang besar untuk suatu kerja besar, dan butuh jiwa besar dalam mewjudkan kerja besar dan kebesaran hanya dapat diperoleh dengan mendekatkan diri kepada yang maha besar. Orang yang tidak mempunyai apa-apa tidak akan dapat memberikan apa-apa. Karena antara hati dan hati Allah lah yang menjadi pembatasnya. Dan Hati hanya bisa disentuh dengan hati yang lurus. (3)
(1) Syafii Maarif , Peta Bumi Intetektualisme Islam, Bandung, Mizan, 1993, hlm 17.
(2) Puisi Jalaluddin Rumi, Matsnawi.
(3) Salim Qalbu.
Muahmmad Aldrin Julianto
3 Maret 2011
Ketiadaan Tuhan (dihati)
Diskusi jalanan belakangan ini menjadi suatu kebiasaan saya dan teman-teman, baik dilakukan sambil makan, nongkrong, begadang dan berbagai aktifitas pergaulan lainnya, dari membicarakan masa depan, bisnis, perkembangan teknologi, sampai dengan membiacarakan berita-berita yang sedang menjadi headline di berbagai media masa.
Entah kenapa kebiasaan ini saya rasa suatu perubahan positif "artinya seperti yang pernah saya kutipkan bahwa ciri bangsa yang besar adalah yang masyarakatnya gemar menulis dan membaca" atau pun berdiskusi.
Dalam suatu dialog yang pernah kami bahas secara natural tentunya bukan dialog dengan jawaban-jabawan "normatif" (kosakata yang baru bahkan saya tidak tahu persis makna kata itu) ala politisi negeri ini. yang pada akhirnya sampai pada suatu pembahasan mengenai kisah Einstein kecil yang mendialogkan tentang Tuhan dengan gurunya.
mungkin kita semua telah pernah membaca kisah tersebut, saya begitu tertarik dengan logika berfikir ala Einstein tersebut. berikut jawaban-jawan beliau:
" Apakah dingin itu ada? sesungguhnya dingin itu tidak ada, dingin hanyalah suatu kondisi dimana tidak ada kalor (panas) yang mengalir"
"apakah gelap itu ada? sesungghunya gelap hanyalah suatu keadaan dimana tidak terdapatnya cahaya"
"Apakah kejahatan itu ada? sesungguhnya kejahatan itu tidak ada, kejahatan hanyalah suatu kondisi dimana tidak adanya Tuhan di hati kita"
Kejahatan adalah kondisi ketiadaan Tuhan dihati kita, kalau dikaitkan dengan kondisi sekarang acap kali kita temukan bentuk-bentuk kekerasan (kalau terlalu kasar meyebutnya sebagai suatu kejahatan) dengan berbagai dalih. Mungkin kita harus ber-instrospeksi sejenak, apakah memang kita telah menghadirkan Tuhan di hati kita?, disetiap perbuatan dan tingkah laku kita?, aktifitas kita?
hanya kita dan Tuhanlah yang mengetahuinya???
allahualam bishowab,
Puisi Cinta Rumi
Cinta merupakan fitrah dasar umat manusia, sejak Adam diciptakan hingga sekarang. ia tetap bijak lestari dan tak ada yang berabi secara gamblang untuk membuat definisi pasti tentang kata itu.
Ketika berbicara masalah cinta, sesungguhnya saya sangat menyukai sebuah definisi yang diberikan oleh Rumi
Rumi, -Jalaludin Rumi merupakan seorang tokoh intelektual, penulis dan sastrawan yang memiliki ide - ide yang menyegarkan mengenai ide pembaharuan dan perbaikan moral manusia
salah satu puisi dari banyak karyanya yang telah begitu banyak menginspirasi dan telah banyak diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia ini adalah puisinya yang dikutip oleh Habiburahman El Shirezi dalam salah satu karya best sellernya.(saya lupa judul puisinya)
Cinta!
Menurutku, sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar...
Namun jika cinta kudatangi, aku jadi malu pada keteranganku sendiri...
Meskipun lidahku telah mampu menguraikan dengan terang...
Namun tanpa lidah, cinta ternyata lebih terang....
Sementara pena begitu tergesa-gesa menulisnkannya....
Kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta,
Akal terbaring tak berdaya, bagai keledai terbaring dalam lumpur...
Cinta sendirilah yang dapat menerangkan cinta dan percintaan.
*
sebuah kejujuran yang telah diberikan Rumi dalam menggambarkan tentang makna cinta dimana ia berujar bahwa sesungguhnya hanya cinta sendiri lah yang mampu menjelaskan tentang dirinya...
CARA MENGHADAPI MASALAH KEHIDUPAN DENGAN AL-QUR’AN
Di awal tahun ini, saya doakan semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung...
sedikit berbagi, saya teringat salah satu kiriman seorang sahabat ketika saya "mengeluh" akan betapa sulitnya masalah yang sedang saya hadapi....
Berikut ini kiriman dari seorang sahabat... semoga kita semakin semangat dalam menjalani setiap episode kehidupan yang dipersembahkan-Nya dengan segala cinta...
KENAPA AKU TIDAK MENDAPATKAN APA YANG AKU
IDAM-IDAMKAN?
•Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah:216)
KENAPA UJIAN SEBERAT INI?
•Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (Al-Baqarah:286)
RASA FRUSTASI?
•Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (Al-Imran:139)
BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA?
•Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (Ali-Imran:200)
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'. ( Al-Baqarah:45)
APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.( At-Taubah:111)
KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?
•Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal. (At-Taubah:129)
AKU TAK DAPAT BERTAHAN LAGI!!!!!
•dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (Yusuf:87)
•Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu. (An-Nisaa':86)
saya berkesimpulan dan saya berjanji "tidak" akan mengucapkan kaliamat yang bernada keluhan lagi "ya Tuhan saya mempunyai masalah yang besar" tapi saya akan berteriak lantang "wahai masalah saya mempunyai Tuhan yang maha besar"
Dari Seorang sahabat...
Truth, Cry and Lie
00.22 AM
Decenber, 16th 2010
Para sahabat, kali ini saya bukan mau membahas salah satu judul album dari grup Band LETTO, tapi hanya sekedar untuk mendiskusikan kembali makna kebenaran(truth) yang mungkin harus dibayar dengan tangisan(cry) untuk melawan kebohongan(Lie).
Ya hanya sekedar mendiskusikan ulang makna ketiga kata tersebut,
- Rasulullah Muhammad pernah berkata “Katakanlah kejujuran(truth) walau kejujuran itu pahit(cry)”
- Imam Ali bin Abi Thalib berkata,”Buah dari melakukan kebohongan(Lie). adalah kehinaan di dunia dan siksa di akherat.”
- Diantara perkataan Ali adalah, “Orang yang melakukan kebohongan(Lie). akan mendapatkan tiga hal; Kemurkaan Allah, dilecehkan manusia, dan kebencian malaikat.’
- Ibnu Mas’ud menyatakan, “Kesalahan lisan yang paling besar adalah kebohongan.”
- Aristoteles pernah ditanya, “Apa yang akan didapatkan manusia dari para kebohongan(Lie).? “Maka dia menjawab, “Tidak adanya kepercayaan orang – orang bagi mereka, kendati mereka berkata benar.”
- Ahmad Amin menegaskan, “Orang munafik(Lie) adalah orang yang memuji hal – hal yang sebenarnya tidak terdapat pada dirimu, demi memperoleh sesuatu yang sebenarnya tidak layak dia dapatkan.”
- Plato berkata, “ Orang munafik(Lie) adalah orang yang memujimu dengan kebaikan yang tidak ada pada dirimu dan dia menyenangi engkau. Orang munafik juga adalah orang yang mencelamu, dan dia sangat membencimu.”
· Umar bin Abdul Aziz berkata, “Aku tidak pernah berbohong(lie) lagi semenjak aku mengetahui bahwa itu memberi cela kepada pelakunya.”
· Imam Al-Auza’I menyatakan, “Demi Allah, meskipun ada suara dari langit yang mengatakan bahwa berbohong(lie) itu halal, maka aku tetap takkan berbohong.”
Ya hanya sekedah mendiskusikan fenomena kata-kata tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari, akankah kita akan memilih tangisan(cry) dalam usaha untuk menegakkan sebuah makna yang bernama kejujuran(truth) diantara peluang mendapatkan senyuman dan pujian dalam sebuah kebohongan(lie) yang sederhana..
Ya hanya sekedar mendiskusikan....
Logika Stigma
Ada sebuah pepatah Arab yang cukup terkenal yang mengatakan“ Engkau boleh saja mengeluh karena bunga mawar itu berduri tapi kau harus tahu dibalik duri itu tumbuh bunga mawar yang sangat indah”
Mawar berduri…suatu yang alami.
Mawar itu Indah…suatu yang alami pula.
Lalu tergantung persepsi kita dalam memandang bunga mawar, apakah bunga mawar sesuatu yang membayahakan atau justru bunga mawar merupakan sesuatu yang indah yang harus kita pelihara.
Yah tergantung persepsi…
Lalu apakah kita biarkan persepsi itu sesuatu yang buruk, sesuatu yang berbahaya, serta sesuatu yang negative lainnya… tidakkah kita seharusnya membiarkan persepsi kita untuk berkembang membayangkan sesuatu yang baik, berfikir positif dalam memandang suatu objek.
Bukankah Allah pernah berfirman
“sesungguhnya Aku mengikuti prasangka hambaKu kepadaKu”
Jadi tidak ada gunanya kita berfikir negative yang justru akan membuat kita sulit melangkah, berfikirlah positif untuk sesuatu yang telah terjadi dan yang akan terjadi…
Berawal Dari Kata “Aku Lebih Baik”

Pernah dengar suatu kisah tentang Lukman Al Hakim bersama anaknya
‘suatu ketika lukman al hakim dan anaknya berjalan bersama anaknya dengan menuntun keledai kecil dan ketika melewati suatu desa, penduduk desa itu berkata “lihat bapak dan anak itu, punya keledai tapi tidak dimanfaatkan”, mendengar perkataan penduduk tersebut, lukman dan memutuskan untuk menaiki keledai ini tapi karena keledai ini kecil maka salah satu dari mereka ada yang naik dan ada yang berjalan, dan untuk giliran pertama ini anaknya yang naik dan Lukman berjalan, ketika melewati desa kedua, penduduk desa tersebut berkata lagi, “lihat anak yang tidak berbakti terhadap orang tua, tega betul membiarkan orang tuanya bersusah-susah berjalan dan ia dengan enak mengendarai keledai”, mendengar perkataan Lukmaan anaknya memutuskan untuk bergantian, setibanya di desa selanjutnya, penduduk desa itu berkata lagi, “lihatlah bapak yang tidak tahu diri, membiarkan anaknya berjalan sedangkan ia menaiki keledai”, mendengar cibiran tersebut, mereka memutuskan untuk menaiki keledai kecil itu berdua dan setibanya didesa selanjutnya, mereka mendengar ejekan penduduk lagi, lihatlah bapak dan anak yang tidak tahu diri, menaiki keledai keil bersama-sama”…..
Manusiawi memang, sifat manusia yang selalu menghakimi secara subjektif tanpa pernah melihat sisi lain dari suatu peristiwa, bukankah kebenaran mutlak itu hanyalah milik Allah, Rabb pemilik ilmu yang Maha luas ilmunya, dan tidak sepantasnya lah kita sebagai manusia menghakimi sesama manusia hanya karena berbeda sudut pandang dalam suatu perbuatan, bukankah Rasulullah pernah mencontohkan suatu ketika ada seorang Arab Badui yang buang air dimasjid, dan para sahabat yang melihat itu langsung mengeluarkan pedangnya karena tempat suci ini di hina oleh kaum Badui, namun apa kata Rasulullah “ jangan, ia berbuat begitu karena ia belum tahu….” Suatu pandangan dan toleransi yang begitu mulia bukan.. namun kita yang mengaku umat beliau sering kali merasa diri kita lebih baik dari orang lain, ibadah kita lebih banyak dari orang lain, cara ibadah kita yang paling benar… dan kata-kata yang menunjukkan bahwa “AKU LEBIH BAIK….”, namun sadarkah kita kata itu pula yang menjadi penyebab pembunuhan pertama manusia ketika qabil merasa dirinya lebih baik dari habil, kata itu pula yang menyebabkan setan dikeluarkan dikeluarkan dari surga, ketika setan mengatakan “Aku Lebih Baik” dari manusia…
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya untuk orang lain”
(Al hadist)
Wallahualam Bi Showab
Mungkin Saja Bermakna…
Salam Santun.
Negeri 5 Menara

“Man Jadda Wa Jada”, kalimat yang begitu menjadi motivasi utama santri-santri pondok pesantren madani (PM), kalimat ini pula yang mengantarkan 6 orang sahabat menuju menara-menara impiannya.
Berawal dari kalimat suci ini, lalu persahabatan ala pesantren, peraturan tegas non tertulis yang begitu mengikat, dipersatukan dengan hukuman jewer berantai yang semakin menyatukan mereka, 6 sahabat ini mendeklarasikan diri mereka sebagai “sahibul menara “, dengan markas menara masjid yang menjadi secret mereka dalam perjalanan luar biasa menjemput impiannya.
“kini dibawah menara PM itu, imajinasiku kembali melihat awan-awan itu menjelma menjadi peta dunia. Tepatnya menjadi dataran yang didatangi Colombus 500 tahun silam: Benua Amerika… lalu temanku Raja mengejutkanku dan, berkata “ aku malah sama sekali tidak melihat Amerika. Malah menurutku lebih mirip benua Eropa” sambil menunjuk ke gumpalan awan yang agak gelap. Aku ingin menjalani jejak langkah Thariq bin Ziyad, menapaki perjalanan Ibnu Batuatah dan jejak ilmu Ibnu Rusyd di Spanyol…. Atang dan Baso merasa awan-awan itu bergerumbul membentuk kontinen Asia Afrika. “menurutnya tempat yang perlu didatangi itu Timur Tengah dan Afrika, karena sering disebut dalam kitab suci agama samawi. Apalagi mesir yang disebut ibu peradaban dunia…. Sedangkan Said dan Dulmajid tetap menggeleng-gelengkan kepala tidak mengerti, mereka menganggap awan ini ada di langit
Diatas merupakan salah satu cuplikan percakapan di dalam novel negeri 5 menara yang sangat menginspirasi. Dengan cita-cita setinggi dan setegap menara dan kesungguhan usaha dibalut motivasi optimisme terhadap Tuhan sang pengabul harapan dan kalimat yang sudah terukir dalam hati-hati mereka MAN JADDA WA JADA.
Kelak akan mengantarkan mereka terbang menuju menara impian mereka, sebuah kisah penuh inspirasi yang akan membuka frame berfikir masyarakat Indonesia sekarang yang begitu kecil dalam menatap masa depan, sebuah santapan pemikiran yang luar biasa yang akan membinasakan parasit-parasit pesimisme yang mematikan.
Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan kunjungi situs berikut






