Hadiah Buku dari Kick Andy

      Entah mulai kapan saya mulai menyenangi acara Talk show yang satu ini, Kick Andy. Tapi yang pasti dalam 1 tahun terakhir, Kick Andy merupakan Acara TV rutin yang hampir selalu saya tonton setiap jumat malam tepatnya pukul 21.30 wib.

     Dimulai dari menonton lalu mulai aktif di forum dan akhirnya mulai iseng - iseng dan seru - seruan untuk ikut kuis twitter @kickandyshow.

     Pada akhirnya, mungkin karena memang jawaban saya benar dan cepat atau sang admin sudah bosan dan kasian karena hampir tiap jumat malam saya selalu ikut - ikutan ngeramein dan ngejawab pertanyaan kuis akhirnya saya terpilih jadi salah satu pemenang, alhamdulillah!

      Dan kiriman hadiah pun datang, saya mendapat 3 jenis hadiah pertama sebuah Novel terjemahan karya Tetsuko Kuroyanagi, Gadis Cilik di Jendela. Yang kedua Ambilkan Bulan, yang ditulis oleh Shara (pelajar Al Azhar), dan yang terakhir Original CD Ambilkan bulan yang dinyanyiin oleh Seila On 7, She, Cokelat, dll.

      So, buat temen - temen yang ingin mendapat tontonan yang segar dan inspiratif saya reccomend banget buat pantengin acara talk show yang satu ini, tiap jumat malem pukul 21.30 wib. Selain acaranya inspiratif, bagi yang beruntung bisa dapat hadiah juga lho.

Polemik Penentuan Awal Ramadhan Dan Idul Fitri

Kalau penanggalan masehi didasari dari perputaran posisi matahari, maka berbeda dengan sistem penanggalan hijriah / komariah yang didasarkan dari perputaran posisi bulan.

Sering kali umat muslim (yang menggunakan penanggalan hijriah) pada khususnya di Indonesia mengalami polemik perbedaan untuk menentukan awal bulan baru ramadhan dan syawal (idul fitri), karena memang indonesia bukan negara agama tetapi pancasila yang sila pertamanya adalah sila ketuhanan, maka pemerintah dapat bertindak sebagai fasilitator namun tidak punya wewenang lebih lanjut untuk urusan ibadat yang bersifat privat.

Dalam suatu hadist, rasul mengatakan: "berpuasalah kamu ketika melihat hilal dan berbukalah kamu ketika melihat hilal".

Hilal artinya bulan muda yang muncul diatas ufuk ketika matahari tenggelam. Dalam memahami hadist tersebut terdapat dua macam interpretasi yang sama sama kuat. Yang pertama ialah ru'yatul hilal, yaitu metode observasi dengan melihat langsung hilal ketika matahari tenggelam pada tanggal 29 hijriah sebelumnya. Keunggulan metode ini tentunya lebih akurat, namun kelemahannya akan bermasalah jika cuaca mendung dan tertutup awan. Juga kita juga hanya dapat menentukan bulan baru hanya pada hari ke 29 bulan sebelumnya sehingga akan bermasalah untuk pembentukan kalender. Juga menurut ilmu astronomi hilal hanya dapat terlihat jika posisinya 2° diatas ufuk.

Pendapat pertama ini didasari hadist "jika kamu tidak melihat hilal maka genapkanlah hitungannya menjadi 30 hari"


Yang kedua, metode Hisab wujudul hilal, metode ini didasari dengan ilmu perhitungan / scientific modern, keunggulan metode ini yaitu dapat menentukan kapan masuknya bulan baru beberapa tahun mendatang. Dan masalah keakuratannya pun dapat dipertanggungjawabkan secara ilmu pengetahuan. Dengan metode ini kita dapat membuat pengkalenderan yang lebih mandiri. Namun kelemahannya Rasulullah tidak pernah menggunakan metode ini. Namun pendapat ini berpendirian dengan merujuk al quran " sesungguhnya matahari, bulan dan planet lainnya berputar menurut porosnya dan sesuai hitungannya "

Jadi menurut saya, kedua metode tersebut mempunyai kebenaran secara ilmiah, namun yang jadi masalah sudah beberapa kali terdapat perbedaan seperti ini, sudahkah bertambah ilmu dan pemahaman sehingga tidak taqlid tanpa ilmu yang sering kali menganggap diri paling benar dan yang lain salah. Perbedaan utama dari kedua kelompok ini terletak pada interpretasi terhadap hadist diatas, kalau kelompok pertama harus melihat hilal yang artinya posisis hilal harus berada 2° diatas ufuk dan kelompok kedua berpendapat berapa pun posisi hilal asalkan sudah berada diatas ufuk itu sudah menandakan sudah memasuki bulan yang baru, tanpa harus melihat hilal secara langsung.

Imam Syafii pernah berpesan:

Jika Saya benar bukan berarti anda salah, dan jika anda benar bukan berarti saya salah.

Semoga bermanfaat.

Gas Turbine Power Plant | Pembangkit Listrik

Secara sederhana energi listrik dihasilkan ketika garis - garis gaya listrik (fluks) memotong medan magnet. Generator bekerja sesuai dengan prinsip tersebut. Pada dasarnya seluruh pembangkit listrik menggunakan generator sebagai pembangkit energi listrik, yang beragam adalah mesin / alat yang digunakan untuk memutar generator tersebut.

Ada yang menggunakan engine dengan bahan bakar berupa gas atau solar, dsb namun ada juga yang menggunakan turbin dengan berbagai macam bahan bakar.

Pada pembahasan kali ini akan sedikit mengulas tentang bagaimana prinsip dasar agar turbine dapat berputar.



Diatas merupakan gambar dari komponen utama dalam sebuah turbine, yaitu terdiri dari compressor, combustor dan turbin.

Prinsip kerjanya dimulai dengan compressor mengompresi udara agar lebih padat lalu dengan blade - blade nya untuk memutar turbine lalu sebagian udara tersebut akan digunakan bersama bahan bakar lainnya ( gas, solar, dan lain - lain ) ke ruang pembakaran / combustor untuk dibakar.

Seperti pada hukum Newton: F = m . a
F berupa gaya m berupa massa a berupa percepatan
Jadi sesuai dengan hukum Newton tersebut jika kita ingin menghasilkan gaya putar turbine kita dapat memaksimalkan massa (m) berupa compresi udara dari compressor dan memaksimalkan (a) penyempurnaan pembakaran diruang bakar.

Dibawah ini sedikit ilustrasi prinsip dasar kerja turbin dari paling sederhana sampai yang kompleks.



Semoga bermanfaat.

Aplikasi kontrol untuk pembangkit listrik

Sistem kontrol dan otomasi memiliki peran yang sangat penting dalam upaya memudahkan proses industri dan segala macam bidang lainnya tidak terkecuali dalam sistem pembangkit listrik / turbine power plant.

Dengan sistem kontrol / otomasi dapat memudahkan kita sebagai operation engineer pembangkit dalam mengelola dan menjalankan pembangkit tersebut. Dengan sisten kontrol terpadu baik SCADA maupun DCS kita dapat memonitoring sistem tersebut secara realtime, sistem proteksi pun akan lebih mudah. Mungkin dahulu sistem proteksi terdiri dari relay - relay yang besar namun sekarang dengan sistem kontrol modern fungsi relay tersebut pun diambil alih ataupun di minimize.


Berikut contoh sistem kontrol pembangkit listrik tenaga gas menggunakan PLC Micro Net Plus keluaran General Electric dengan SCADA Woodward.

 


 

Semoga sedikit pendahuluan ini bermanfaat.

Koleksi Baru di Awal Juli



Hi blogger, sedikit berbagi referensi, mungkin ada dari temen – temen blogger sekalian yang bingung untuk menentukan sesuatu yang akan di beli sebagai koleksi baru di awal bulan ini, saya rekomendasikan, Buku!

Ya, Buku. Dengan membeli buku sebenarnya kita sedang menginvestasikan pengetahuan, menambah wawasan, serta mempertajam kreatifitas dan imajinasi, setidaknya itu menurut saya. Saya sendiri menganggarkan (setelah gajian) minimal menambah 3 buku baru disetiap bulannya.

Buku yang saya beli pada bulan ini, pertama Novel Fiksi “Ibuk” karya Iwan Setyawan, penulis Novel Best Seller 9 Summer 10 Autumns. Dan yang kedua Serial Sherlock holmes “His Last Bow” tentunya karya sang maestro dunia detektif Sir Conan Doyle.


Buku pertama lebih mengisahkan bagaimana perjuangan / ketegaran seorang Ibu untuk kesuksekan anak-anaknya. Tentunya banyak sekali nilai moral dan humanisme yang ada, yang bisa membuat  mata pembaca berkaca – kaca. Dan yang kedua Sherlock holmes, teman – teman tentunya sudah tahu, buku yang menceritakan petualangan detektif swasta beserta rekan – rekannya untuk memecahkan tragedi – tragedi yang luar biasa rumitnya, dan tentunya rasional.

Sebenarnya ada satu buku lagi namun saya belum membelinya karena banyaknya pengeluaran di bulan ini, yaitu buku dari budayawan Indonesia, atau dikenal sebagai Presiden Jancukers di Twitter, Sudjiwotedjo, berjudul “Ngawur karena benar” yang akan membolak-balikkan logika berfikir anda.

Pastinya, masih banyak buku – buku yang menarik selain yang saya paparkan diatas, tergantung selera anda, namun satu hal “Budayakanlah membaca, niscaya anda akan menghargai kebudayaan”

Plural Is Me

Tugas utama manusia adalah menjadi manusia
(Multatuli)

Akal merupakan suatu yang amat teristimewa yang dimiliki oleh manusia yang membedakannya dari mahluk ciptaan Tuhan lainnya. Dengan akal manusia mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Dapat dikatakan baik sesuatu itu ketika bernilai manfaat tanpa menimbulkan mudhorat dari sisi lainnya.

Dalam Al Quran banyak sekali terdapat sindiran - sindiran kepada manusia untuk menggunakan akalnya, " Dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya siang dan malam, banyak terdapat tanda - tanda kebesaran Tuhan bagi orang yang berfikir", dan banyak lagi kata sejenisnya seperti apakah kamu tidak mengambil pelajaran, bagi orang yang berakal".

Akal membuat manusia dapat memberikan pandangan - pandangannya (interpretasi) terhadap suatu permasalahn, tentunya interpretasi dari setiap orang itu bersikap sujektif, dimana bisa jadi benar menurut dirinya namun belum tentu benar bagi orang lain atau sebaliknya. Namun perbedaan inilah yang membuat kita, manusia selalu belajar dan berupaya untuk memperbaiki diri, fastabiqul khoirot. Bukan untuk menjadi yang paling benar dengan menyalahkan orang lain tetapi sama - sama untuk selalu mengusahakan kebenaran.

Contoh konkret dari perbedaan yang sama - sama mengusahakan kebenaran adalah berbedanya Imam Maliki, hanafi, Syafii dan hambali (Imam mazhab) dalam memproduksi hukum Fiqh, Ke empat dari mereka merujuk pada sumber yang sama, Al Quran dan Sunnah namun menghasilkan produk hukum yang berbeda. Tidak lantas mereka saling salah menyalahkan, namun saling mengapresiasi kebenaran terhadap perbedaan masing-masing.

Dalam konteks di Indonesia, perbedaan ini meruncing dan antar kelompok yang berbeda berusaha untuk saling meniadakan satu sama lainnya, ada setidaknya kelompok fundamentalis yang terwakili oleh Front pembela slam (FPI), Majelis Mujahidin dan lain lain dan kelompok Liberal dari jaringan islam Liberal (JIL). Antar mereka saling meneriakkan indonesia Tanpa FPI dan juga Indonesia Tanpa JIL.

Seharusnya kita dapat menyikapi perbedaan dengan lebih bijak seraya berupaya mengambil kebaikan / hikmah yang ada. Quran secara jelas menegaskan "Manusia itu diciptakan berbeda - beda, beda suku, beda bangsa, beda bahasa agar saling kenal mengenal dan bekerja sama" dalam pasal lain Quran juga menegaskan bahwa "Kalau lah Allah ingin menciptakan kamu menjadi satu umat, maka itu mudah bagiNya"
Teman, pelangi justru indah karena ia terdiri banyak warna. Dan "Sebagaimana kita tidak ingin dianggap salah oleh kebenaran dalam perspektif orang lain, maka orang lain pun tidak ingin dianggap salah oleh kebenaran dalam perspektif kita."
Marhaban ya Ramadhan


Let's Make Our Dream Comes True

Kuberi satu rahasia padamu, Kawan!
Buah Paling manis dari bermimpi adalah kejadian - kejadian luar biasa dalam perjalanan mencapainya
(Andrea Hirata, Writer)

Semua dari kita pasti mempunyai impian, mempunyai cita - cita. impian yang sejak kecil kita pupuk hingga dewasa, impian tentang sesuatu yang tentunya sangat ingin kita capai dan kita dapatkan.

Guru saya dahulu pernah menyampaikan sebuah peribahasa yang hampir setiap orang tahu "Gantungkanlah cita - cita setinggi bintang di angkasa, kelak walaupun engkau tidak dapat meraihnya namun setidaknya engkau masih bisa berjalan tegak mengikuti cahayanya". Sebuah kalimat yang sederhana, namun memiliki arti yang luar biasa.

Teman, masihkah kita ingat dengan impian - impian masa kecil kita dulu, atau harapan dan cita - cita kita, ataukah kita sudah lupa, atau bahkan kita tidak mempunyai impian lagi, ataukah kita sudah tidak berani lagi untuk bermimpi!

Sejarah mencatat, orang - orang besar dalam sejarah itu adalah mereka yang mempunyai mimpi - mimpi besar, orang yang memimpikan apa yang tidak diimpikan oleh siapapun. Maka dari itu mari kita buat impian kita pada masa lau menjadi kenyataan di hari ini dan impian kita dihari ini menjadi sebuah kenyataan pada masa yang akan datang, Let's Make our Dream Comes True!

Bermimpilah karena Tuhan akan memeluk impian - impian itu, dan kalau kita saja sudah tidak berani membela impian - impian kita maka siapa lagi yang akan membelanya!