3 Hal Penting Yang Harus Diketahui Tentang P3k



009832


[imagetag]

ADA

kalanya pertolongan pertama dibutuhkan ketika musibah datang di waktu tak terduga. Mengetahui langkah-langkah tepat yang dapat diberikan sebelum tim medis datang menjadi solusinya.

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (

P3K) menjadi kebutuhan wajib ketika kecelakaan menghampiri. Jika belum ada petugas medis, pertolongan tersebut menjadi antisipasi yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan sang korban.

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan dalam pertolongan darurat tersebut. Anda dapat mengantisipasinya tergantung juga pada tingkat keparahan. Pertolongan pertama yang paling sederhana adalah memberikan plester atau perban perekat pada lutut yang tergores atau menggunakan defibrillator eksternal otomatis pada seseorang yang hatinya telah terhenti.

Bila Anda terbiasa memberikan pertolongan pertama, meski sifatnya dasar sekalipun, Anda akan terbiasa membantu diri Anda sendiri serta orang di sekeliling Anda yang membutuhkan bantuan darurat. Dengan modal tersebut, Anda pun terbiasa untuk mengambil langkah-langkah yang tepat. Berikut ini, tiga hal utama yang dapat dilakukan saat melakukan P3K, sebagaimana dilansir

Times of India.

Sebagai langkah awal, pastikan orang yang Anda bantu dapat bernapas dengan baik atau tidak merasa "pengap"; Kedua, pastikan orang yang Anda tolong tersebut tidak akan mati kehabisan darah. Dan ketiga, cek apakah orang tersebut masih memiliki detak jantung atau tidak.

Selain ketiga hal tersebut, pastikan tidak ada hal buruk lainnya yang dapat memperparah kondisi korban dan buatlah korban senyaman mungkin.

Bersikap siaga

Kemampuan memberikan pertolongan pertama sangat tergantung pada seberapa siap kita untuk melakukannya. Persiapan yang dimaksud melibatkan seberapa lengkap peralatan medis sederhana yang kita miliki seperti perban, kain kasa, kain pita, gunting, kompres es, kain perban elastis, salep antibiotik dan tisu antiseptik. Sebuah buku tentang pertolongan pertama dasar juga membantu.

Ada baiknya juga, Anda telah mempersiapkan alat-alat medis sederhana di kotak pertolongan pertama dan simpan di kendaran Anda. Sehingga Anda siap disaat-saat darurat ketika dalam perjalanan.

Bersikap tenang

Pastikan Anda bersikap tenang ketika memberikan pertolongan pertama baik untuk orang lain ataupun untuk diri sendiri. Ambil napas dalam-dalam dan ingatkan diri Anda apa tujuan Anda serta fokus pada langkah yang dijalankan.

Jika Anda panik, keadaan justru bakal memburuk. Tak hanya itu, Anda pun akan kehilangan kemampuan Anda untuk berpikir rasional dan bertindak efektif. Orang yang membutuhkan bantuan pertolongan pertama dari Anda akan sangat tergantung dari bagaimana Anda membantunya.

Ikut pelatihan

Mengikuti serangkaian kursus pelatihan pertolongan pertama adalah pilihan yang baik untuk membantu mempersiapkan situasi medis yang mungkin timbul di rumah, di tempat kerja atau sekolah. Ada banyak lembaga swasta, instansi pemerintah daerah dan rumah sakit yang menawarkan kelas pelatihan. Bahkan kini juga telah ada kursus pelatihan secara

online.

Wajah 16 Gadis Cantik Digabung Dalam 1 Wajah



Wajah-Wajah di Grup A

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

Hasil di Grup A

[imagetag]

Wajah-Wajah di Grup B

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

Hasil di Grup B

[imagetag]

Wajah-Wajah di Grup C

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

Hasil di Grup C

[imagetag]

Wajah-Wajah di Grup D

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

Hasil di Grup D

[imagetag]

hasil Grup A + Grup B + Grup C + Grup D di gabungkan lagi...

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

Dan inilah hasil penggabungan ke 16 wajah cantik diatas.. Cakep gak??.

009832


[imagetag]

Inilah 8 Penyebab Kiamat Versi Ilmuwan





[imagetag]

Pascaramalan akhir zaman Suku Maya, teori tentang kehancuran dunia terus terdengar di tahun ini. Bahkan, peneliti juga memperkirakan penyebab terjadinya akhir zaman. Dr David Darling, dari Universitas Manchester, dan Dr Dirk Schulze-Makuch, dari Washington State University, meneliti teori bagaimana peradaban bisa lenyap.

1. Kesalahan penelitian

[imagetag]

Peneliti di Jenewa, Swiss, sedang mencoba untuk memecahkan beberapa misteri alam semesta dengan meneliti Large Hadron Collider. Akselerator raksasa yang kemampuannya untuk membuat lubang hitam kecil dan jenis baru partikel. Kekuatan alat ini masih belum diketahui dan dikhawatirkan terus meningkat. Beberapa orang takut energi yang luar biasa itu bisa membawa kehancuran dunia, atau bahkan seluruh alam semesta.

2. Letusan gunung berapi besar

[imagetag]

Di bawah Taman Nasional Yellowstone ada gunung berapi aktif yang sangat besar. Jika gunung itu meledak, kehancuran akan terjadi. Lava dan debu yang mengalir keluar dari sebuah supervolcano. Insiden itu diperkirakan bisa menutupi benua sebesar Amerika Utara dan akan menewaskan hampir semua orang.

Debu itu bahkan bisa memblokade sinar matahari di seluruh dunia sehingga memicu musim dingin vulkanik yang akan berlangsung dalam waktu lama. Para ilmuwan tidak tahu kapan atau di mana supervolcano berikutnya akan terjadi. Namun, mereka sadar jika itu terjadi tidak ada cara untuk menghentikannya.

3. Perubahan iklim yang ekstrim

[imagetag]

Suatu hari nanti, bumi akan mengalami zaman es baru. Iklim akan berubah secara drastis dalam tahun-tahun mendatang. Suhu terus meningkat karena pemanasan global.

Selain itu, pada 2013 matahari dijadwalkan mencapai puncak aktivitas, ketika badai api di permukaannya akan menyebabkan radiasi yang mengganggu teknologi.

4. Serangan alien?

[imagetag]

Banyak film fiksi ilmiah yang menceritakan tentang serangan makhluk asing ke bumi. Para peneliti percaya jika kemungkinan besar hal itu bisa saja terjadi. Sama seperti kita yang ingin menemukan ratusan planet di sekitar bintang lain, astronom asing akan melihat bumi dan ingin menghuni bumi.

5. Komputer mengambil alih

[imagetag]

Dalam film iRobot diceritakan komputer akan mengambil alih kehidpan manusia. Kemungkinan hal itu juga akan terjadi karena teknologi yang terus berkembang justru membuat manusia akan semakin malas untuk berpikir. Penelitian menciptakan teknologi yang memungkinkan orang untuk mengendalikan komputer secara langsung.

6. Asteroid menghantam bumi

[imagetag]

Diperkirakan asteroid sebesar gunung himalaya akan menghantam bumi dam memusnahkan banyak kehidupan di masa mendatang. Para astronom saat ini melacak lebih dari 1.200 objek berpotensi berbahaya yang cukup besar dan datang cukup dekat ke bumi.

7. Wabah penyakit mematikan

[imagetag]

Mungkin hanya masalah waktu sebelum beberapa pandemi tidak dapat diobati dan mematikan terjadi di seluruh dunia. Hal itu bisa terjadi akibat jutaan wisatawan mengunjung berbagai bagian dunia yang terinfeksi. Akibatnya, sebelum karantina, epidemi itu telah menyebar luas.

8. Ledakan bintang

009832


[imagetag]

Di tahun 2008 astronom khawatir bahwa sebuah bintang yang disebut WR104 meledak. Bintang itu tampak seperti ikan berbaris untuk menembak ke arah bumi.

Cewek-cewek Cantik Bertatto Yang H0t Banget



Indahnya wanita memanng tidak bisa lepas dari hiasan cantik untuk dunia. Bayangkan jika dunia ini tidak ada wanita ??.....Apa yang akan terjadi dan apa yang dilakukan seorang pria tanpa adanya wanita.......hehehehehe......pasti bete, garing, dan pusing tujuh keliling.

Hal yang mudah untuk dimunculkan adalah sebuah gambaran tentang wanita cantik dalam suatu suasana yang indah pula. Biar dunia tidak sepi dan garing lagi. Maka pada kesempatan ini ane akan memunculkan sebuah penampakan dari cantiknya seorang wanita dalam keindahan dan keseksian gayanya.

Wanita yang akan muncul ini, bernama Novi Shandra. Asalnya Jakarta, profesinya model. Bisa terkenal, bisa juga baru terkenal. Yang penting wanita yang satu ini sangat layak untuk disebut cantik dan bertato seksi.........Langsung saja ya.....

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

009832


[imagetag]

Cinta itu Keindahan yang Sederhana

“Kalau memang terlihat rumit lupakanlah. Itu jelas bukan cinta sejati kita. Cinta sejati selalu sederhana. Pengorbanan yang sederhana kesetiaan yang tak menuntut apapun dan keindahan yang apa adanya.” (Darwis Tere Liye)

Terkadang berasumsi dengan perasaan membuat kita menjadi gelisah, was - was, tidak tenang, dan segala perasaan ganjil lainnya yang sama sekali tak mengenakkan. ah.. itulah sekelumit perasaan, entah apa namanya, empati mungkin atau simpati atau bahkan cinta. Namun bukankah cinta itu begitu sederhana seperti yang pernah dikatakan oleh Rumi : "Aku mencintai dengan cara yang sederhana seperti matahari yang mencintai titah Tuhannya". Lalu kenapa ditangan kita perasaan ini menjadi begitu rumit, begitu sulit dipahami, entah...

Ada tujuh miliar penduduk bumi saat ini. Jika separuh saja dari mereka dilanda perasaan cinta, maka setidaknya akan ada satu miliar lebih cerita cinta. Akan ada setidaknya 5 kali dalam setiap detik, 300 kali dalam semenit, 18.000 kali dalam setiap jam, dan nyaris setengah juta sehari-semalam, seseorang entah di belahan dunia mana, berbinar, harap-harap cemas, gemetar, malu-malu menyatakan perasaanya. entahlah...

Apa sebenarnya definisi dari cinta, entahlah kita sama - sama tidak mengetahui, logika yang ia punya sulit dimengerti oleh akal, ia mempunyai logika tersendiri, sementara beberapa pakar mulai mencoba mengartikannya namun tetap saja ia tidak mempunyai pengertian, untuk sejenak saya kembali mengutip Rumi: "Ketika Cinta telah kujelaskan dan kupaparkan panjang lebar, namun ketika cinta kudatangi, aku jadi malu dengan keteranganku sendiri, kata - kata menjadi tanpa suara ketika mengatakan cinta, pena begitu tergesa - gesa dalam menuliskannya, akal terbaring lemah tak berdaya bagai keledai yang terbaring di atas lumpur, karena hanya cinta sendirilah yang mampu menjelaskan cinta dan percintaan". Diluar ketidakjelasan pengertiannya, cinta tetaplah hal sederhana yang luar biasa, karya - karya besar yang lahir di dunia ini hampir pasti disebabkan oleh cinta, lihatlah, piramida di Mesir, Taj Mahal di India, Taman Gantung Babylonia, Karya Michael Angelo di Roma Vatikan, Borobudur di Indonesia, Syair - Syair Romerus, Sajak - Sajak Rumi, itu semua dilatarbelakangi Cinta.


Cinta terkadang dipenuhi dengan kebetulan - kebetulan yang tak terduga, pertemuan yang tak terduga, yang mengalir tanpa harus di buat- buat, terus melaju tanpa harus dipaksakan sehingga benarlah mugkin sebuah ungkapan kalau memang terlihat rumit lupakanlah. Itu jelas bukan cinta sejati kita. Cinta sejati selalu sederhana. Pengorbanan yang sederhana kesetiaan yang tak menuntut apapun dan keindahan yang apa adanya

Cinta sejati selalu menemukan jalan, ada saja kebetulan - kebetulan pertemuan, nasib, takdir, atau apalah sebutannya. Tapi sayangnya, orang-orang yang mengaku sedang dirundung cinta justru sebaliknya, selalu memaksakan jalan cerita, khawatir, cemas. Tidak usahlah kita gundah gulana, wajah kusut. Jika berjodoh, Tuhan sendiri yang akan memberikan jalan baiknya. Kebetulan yang menakjubkan. Bujankah, skenario dari langit itu adalah yang paling baik, jadi tak perlu lah kita gelisah, langit selalu punya skenario terbaik.

Cinta ibarat Pohon,akarnya kerendahan hati, batangnya penyerahan diri, dahannya takut krn kekaguman dan juga cinta adalah sejilid buku dalam  satu kata, samudera dalam setetes air mata, langit dalam  satu pandang dan seribu tahun dalam satu detik. Berbahagialah bagi mereka yang menemukannya, sebuah keindahan yang begitu sederhana, yah sesederhana itu...


Hei Bung, Revolusi Kita belum Selesai


Kepada Yth. Ir Soekarno
Penyambung Lidah Rakyat Indonesia


Selamat malam Bung,
Maaf aku mengganggumu, aku hanya ingin sedikit berbicara padamu.

Hei Bung, kamu masih ingat Chairil Anwar, ya sastrawan terkenal itu, iya pernah membuat puisi untukmu, aku harap kau masih mengingatnya, ah... kalau pun engkau lupa, aku tulis kembali untukmu.

Ayo ! Bung Karno Kasi Tangan Mari Kita Bikin Janji
 Aku Sudah Cukup Lama Dengan Bicaramu
 Dipanggang Diatas Apimu, Digarami Lautmu
 Dari Mulai Tgl. 17 Agustus 1945

 Aku Melangkah Ke Depan Berada Rapat Di Sisimu
 Aku Sekarang Api Aku Sekarang Laut
 Bung Karno ! Kau Dan Aku Satu Zat Satu Urat
 Di Zatmu Di Zatku Kapal-Kapal Kita Berlayar
 Di Uratmu Di Uratku Kapal-Kapal Kita Bertolak & Berlabuh
(Persetujuan Dengan Bung Karno)


Ternyata engkau punya janji, sebuah janji revolusi, dan revolusi itu belum selesai!

Dulu kau pernah menggarami kami dengan api kemerdekaan, dengan api revolusi, dalam pengadilan Belanda di Bandung, engkau meneriakkan “Indonesia Menggugat” ketika Inodnesia itu sendiri belum terlahir ke dunia ini, kau menggelegar mengkritik kolonialisme dan imperialisme terhadap Nusantara, tapi taukah sekarang Bung, kita belum sepenuhnya merdeka, kita masih terjajah, mereka masih berkuasa Bung, Mereka menanamkan modalnya yang mengakar untuk menjarah apa yang kita punya, sumber daya alam kita habis, dan kita menjadi pembantu dirumah sendiri,  Revolusi kita belum Selesai, Bung!

Kau juga pernah bicara tentang Kebhinekaan, ah... Taukah kau, setelah kepergianmu yang mengejutkan itu, Negara kita telah terjadi banyak pertumpahan darah, peristawa pengahabisan eks anggota PKI, peristiwa Malari, perseteruan antar dayak dan Madura, peristiwa Poso, dan banyak lagi.
Masih banyak yang belum mengerti arti kebhinekaan yang kau jelaskan, Pancasila seolah menjadi yatim piatu tanpa engkau, ayo Bung bantu kami, karena Revolusi kita belum selesai!

Lalu aku pernah membaca tulisanmu mengenai Islam, Agama yang sangat kau cintai.
Engkau pernah menulislkan kekagumanmu kepada Muhammad dan ajarannya yang memuliakan manusia, yang memerdekaan manusia, ya aku sangat mengagumi tulisanmu itu Bung, Engkau Lalu mengkritik tentang pemahaman islam yang direduksi / dipersempit oleh sebagian ulama, ya puncaknya ketika engkau bicara tentang “Api Islam” dan “Islam Sontoloyo”.  Aku beri tau padamu, masih segelintir orang yang memahami ruhnya islam yang menerangi, ruhnya islam yang merahmati semua alam dan masih terlalu banyak kaum – kaum “sontoloyo” yang masih berkeliaran Bung, mereka mecoba memonopoli kebenaran hanya dalam sisi mereka, ya mereka seolah yang memegang tiket sorga, mereka masih saja meneriakkan nama Tuhan sambil memukul dan membunuh, ayo Bung! Dimana engkau sekarang, mana Tulisan – tulisanmu, ayo kita gelorakan kembali islam yang rahmatan lil ‘alamin, ayo Bung, Revolusi Kita belum Selesai!

Hei Bung Karno, engkau yang pernah menggelorakan semangat kami, dengan berteriak : “Hei Rakyat Indonesia, Ini dadaku, mana dadamu” engkau juga pernah mengatakan: “Go To Hell with your Aid”ketika kedaulatan kita terancam,. Sekarang kita terancam kembali Bung atas kedaulatan kita, kita terancam atas ekonomi, atas politik, atas kedaulatan. Dan sekali lagi saya katakan kepadamu, bahwa Revolusi kita belum selesai!

Ayo Bung Karno seperti kata chairil Anwar pada puisinya, engkau sudah terlanjur menggarami kami dengan lautmu, kau panggang kami dengan api semangatmu, engkau kobarkan kami dibawah bendera revolusimu, ayo kita selesaikan!!!

Hei, dulu pernah kau mengatakan: "seribu orang tua hanya bisa bermimpi, beri aku sepuluh pemuda, maka aku akan mengguncangkan dunia".  Ini kami Bung, kami siap menerima tantanganmu, ini dada kami, ini jiwa kami ayo kita teriakkan kembali semangat  "Merdeka atau Mati" .

Ah sudahlah mungkin kau sudah terlalu lelah, tapi aku katakan sekali lagi: REVOLUSI KITA BELUM SELESAI!

Pendidikan Yang Berkarakter!




Seorang Terpelajar sudah seharusnya bersikap adil, sudah sejak alam pikiran, apalagi dalam perbuatan
(Pramoedya Ananta Toer)

Pendidikan merupakan indikator kemajuan suatu bangsa. Suatu bangsa yang memiliki system pendidikan yang baik tentunya akan mempunyai sumber daya manusia yang mumpuni untuk membangun negeri, ada Negara besar yang terpuruk karena system pendidikannya buruk, namun adapula Negara dengan sumber daya terbatas namun mempunyai system pendidikan yang baik mampu menjadi Negara yang maju baik dari segi ekonomi maupun teknologi.

Dalam pengertian ini, akan terasa wajar apa yang pertama kali ditanyakan seorang kaisar jepang pasca bom nagasaki dan hirosima yang meluluhlantakkan Jepang dan juga menjadi akhir perang dunia !!: “Berapa jumlah guru yang tersisa dinegeri kita?’ ujar sang kaisar. Disini ada self awareness dalam diri sang Kaisar untuk kembali membangun negerinya, dimulai dari mencerdaskan bangsanya. Dan kenyataan hari ini menunjukkan tidak butuh lama bagi Jepang untuk menjadi salah satu gerbong terdepan negara maju dengan berbagai buah intetektual masyarakatnya.

Dalam konteks ini, saya mencoba mengulas sistem pendidikan Indonesia pada masa Hindia Belanda yang kurikulumnya mengacu pada system pendidikan Belanda, yang menurut saya dapat kita contoh dan terapkan untuk system pendidikan Indonesia dewasa ini. Banyak intelektual – intelektual Indonesia yang memperjuangkan kemerdekaan lahir dari kalangan cerdik pandai hasil didikan sekolah Indonesia bentukan Hindia Belanda. Sebut saja Agus Salim, Soekarno, Muhammad Hatta, Syahrir, dll. Bahkan Hatta dan Syahir merupakan lulusan dari Universitas di Belanda.

Pendidikan pada masa itu, walaupun di masa Indonesia belum merdeka namun mampu menciptakan kesadaran moral dan intelektual bagi para pelajarnya. Dan secara kualitas pun pendidikan setara SMP pada masa itu MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) atau HBS (Hogere Burger School) yang setara SMA, lulusannya minimal menguasai 3 bahasa asing: Belanda, Inggris dan Prancis. Dapat kita bayangkan betapa luar biasanya lulusan  universitas jika lulusan sekolah menengahnya saja seperti itu.

Apa yang menjadi perbedaan dasar dari system pendidikan dahulu dan sekarang?. Dalam tetralaogi Buru pada novel Boemi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer yang menceritakan kehidupan kaum terpelajar pribumi masa Hindia Belanda ada beberapa hal yang membedakan kualitas pendidikan pada masa itu dan sekarang.

Pertama, Sistem Pendidikan yang mengekplorasi kreatifitas. Dengan kreatifitas kita dapat melakukan sesuatu yang berbeda dari yang biasa dilakukan oleh orang kebanyakan, kreatifitas menuntut kita untuk selalu berfikir untuk memecahkan sesuatu masalah dengan berbagai macam cara, dengan berbagai macam sudut pandang. Dan system pendidikan yang mengeksplorasi kreatifitas inilah yang ada masa Hindia Belanda dahulu dan belum muncul pada masa pendidikan sekarang. Dalam Bahasa Einstein: “Imagination is more than important than knowladge, knowladge can take a person to move from a to b, but imaginations can take a person from a to everywhere thet want”

Kedua, Sistem pendidikan yang memerdekakan pikiran, pada masa Hindia Belanda, seperti yang diceritakan Pramoedya dalam novelnya memberikan kebebasan penuh kepada pelajarnya untuk mengemukakan pendapatnya, diskusi ilmiah pada masa itu merupakan kegiatan yang lebih mendominasi dibandingkan dengan kegiatan belajar lainnya. Guru bertindak sebagai fasilitator yang menengahi dan sebatas memberikan Brain Storming, selebihnya merupakan kesempatan siswa untuk menyatakan apa yang menjadi pendapatnya. Dengan pendekatan eksplorasi pemikiran dengan memberanikan seseorang untuk mengeluarkan idenya dengan cara yang terstruktur akan dapat mengasah seorang untuk melihat suatu permasalahan dengan berbagai sudut pandang, sehingga sikap toleran akan terbentuk dan tertanam dalam mengahdapi berbagai perbedaan pandangan.
Saya teringat betapa menariknya korespondensi antara Soekarno dan Natsir yang mendiskusikan tentang Islam dan Modernitas, atau Korespondensi antara Soekarno dan Hatta mengenai Nasionalisme. Mereka berbeda pandangan, namun mampu dengan elok membahsakan perbedaan pendapat mereka dalam suatu korespodensi melalui media masa sehingga, masyarakat mampu membaca darimana awal suatu pemikiran terbentuk, awal suatu sudut pandang mampu berubah menjadi suatu sikap.

Ketiga, Sistem Pendidikan dengan budaya iterasi, budaya menulis dan membaca.  Karena kemampuan mengekspresikan ide dalam bentuk tulisan adalah sebuah bukti mutlak bangsa berperadaban tinggi. Menulis berbagai hal, menuliskan ide-ide besar, menulis tentang sains, budaya, seni. Sejarah mencatat, semua bangsa besar adalah bangsa yang gemar menulis dan membaca. Pada masa pendidikan era Hindia Belanda kita akan temui banyak sekali surat kabar yang memuat tulisan – tulisan kaum terpelajar. Nama – nama seperti Hatta, Soekarno, Kartini, Natsir, dan banyak lagi adalah mereka yang banyak mengemukakan pendapatnya melalui tulisan.

Dengan ketiga perbedaan yang dijelaskan diatas, kita tidak usah sungkan untuk mengadopsi system pendidikan Negara lain atau kembali mencontoh sistem pendidikan dimasa lalu untuk dimodifikasi dan di interpretasikan dalam konteks Indonesia sekarang. Ketika Indonesia masih dalam keadaan terjajah system pendidikannya mampu melahirkan intetektual terpelajar yang memerdekakan maka harusnya ketika Indonesia sudah merdeka, Intelektual pelajar yang dihasilkan system pendidikan Indonesia bisa jauh lebih baik dari dahulu.

Finish!