Perbedaan DCS dan PLC

Dalam sebuah artikel dikatakan bahwa PLC dan DCS mempunyai fungsi yang sama. Saat ini perbedaan DCS dan PLC telah kabur karena masing-masing telah saling mengambil peran. PLC mengambil sebagian peran DCS dan sebaliknya.

Ini sangat berbeda dengan yang dipahami selama ini bahwa : - DCS (Distributed Control System) sesuai dengan namanya adalah sebuah SISTEM PENGONTROLAN yang bekerja menggunakan beberapa controller dan mengkoordinasikan kerja semua controller tersebut. Masing-masing controller tersebut menangani sebuah plant yang terpisah. Controller yang dimaksud tersebut adalah PLC. - Sedangkan PLC (Programmable Logic Controller) sesuai dengan namanya adalah sebuah CONTROLLER yang dapat diprogram kembali. Jika PLC hanya berdiri sendiri dan tidak digabungkan dengan PLC yang lain, SISTEM pengontrolannya dinamakan DDC.

Jadi, PLC adalah sub sistem dari sebuah sistem besar yang bernama DCS. Yang sejajar dalam hal ini adalah DDC dengan DCS dan FF, serta PLC dengan SLC, Microcontroller, dan sebagainya.

Benarkah demikian?
Perkembangan awal PLC, difungsikan lebih ke logic Control (Discrete Input/Output). Tapi Sekarang, PLC sudah mengakomodasi bukan hanya discrete Input/Output, didalamnya sudah dapat menerima signal dari Thermocouple, RTD, Load Cell, dan sebagainya langsung ke I/O PLC.
Mungkin ini yang menjadi “kabur”, dimana fungsi-fungsi tersebut sebelumnya dipegang oleh DCS, sekarang dengan PLC saja sudah bisa.
PLC pada dasarnya hanya pengontrol logika yang dapat diprogram. Walaupun pada perkembangannya PLC sudah dilengkapi analog signal, kemampuan aritmatiknya sangat terbatas.

Sedangkan DCS, Sistem Pengendali terdistribusi Penekanannya ada di D-nya, Distribusi, yaitu distribusi tiga hal : Distribusi Resiko kegagalan, Distribusi lokasi dan Distribusi Pengendalian dan Man Power.

Secara tradisional, memang benar bahwa DCS lebih lambat responnya dibanding PLC. Karena memang untuk regulatory control tidak perlu respon yang terlalu cepat karena kalau gagal masih ada safety shutdown system. Satu (1) second overall masih cukup untuk hampir semua aplikasi. Berbeda dengan safety application yang sering merupakan ladang PLC.

Sekarang, kelihatannya sudah berbeda karena hardware dari yang secara tradisional DCS vendor makin “seperti PLC”.
Ada yang mengatakan, “PLC itu Install and Forget it”, kalau DCS kebalikannya, karena lebih bersifat kompleks dan perlu monitoring.

Kalau dilihat dari kompleksitas sistemnya, tergantung bagaimana konfigurasi sistem yang
dipasang. Shutdown System Plant dengan menggunakan PLC-based juga bisa sangat kompleks, jauh lebih kompleks dibanding dengan DCS. Kalau tidak, mengapa para ahli sedemikian peduli sampai mengeluarkan IEC-61508, IEC-61511, IEC-62601 dan sebagainya.

PLC terbaru saat ini sudah sanggup untuk mengolah sejumlah besar informasi secara real time karena sudah memiliki RAM antara 2 - 6 MB, memiliki konektivitas dengan Ethernet dan dapat diprogram dalam bentuk teks terstruktur maupun ladder logic.

Pun, umumnya dioperasikan dengan Windows XP, dilengkapi dengan Human Machine Interface, HMI (misalnya Rockwell RSView), yang memungkinkan diadopsinya aplikasi Visual Basic, Hysys dan aplikasi lainnya. Integrity level PLC tidak bisa dipandang secara individual, seharusnya dipadukan dengan final element dan sensor sebagai satu kesatuan Safety Instrumented Function (SIF).
Perbedaan PLC dan dcs sekarang sudah tidak ada lagi, karena perkembangan teknologi yang sudah maju.. dimana PLC sudah banyak yang berperan sebagai DCS, malah lebih dari itu PLC bisa berperan seperti SAP…!
PLC seringkali dipakai untuk safety system (trip system dari suatu equipment). Walaupun di DCS ada fasilitas LOGIC maupun sequence, kebanyakan untuk trip system, sinyal tripnya tetap diumpankan ke PLC, misalnya alarm LL dari level steam drum sinyalnya diumpankan ke PLC untuk men-TRIP-kan Boiler.
Jadi perbedaan PLC ama DCS mungkin terletak pada kecepatan responnya.
Dari studi kasus, di Caltex, DCS sudah lama dan ada penggantian dengan sistem PLC+MMI. Tapi biasanya, kalau di perusahaan migas ada dua sistem DCS dan PLC. PLC untuk Fire/gas and Shutdown System, DCS untuk Continuous Control. Juga banyak aplikasi yang lainnya, seperti spesifik kontrol untuk Compresor/turbin, Vibration Monitoring, Flow Computer System, Optimization,dan lain-lain. Dan semua apikasi itu bisa disambungkan ke DCS. DCS bisa memonitor semua sistem yang ada (PLC+MMI, flow computer, turbin control, optimization software, dan lain-lain). Mungkin sebenarnya bisa aja ditangani oleh satu DCS saja atau PLC+MMI saja. Tetapi di perusahaan Oil and Gas dibuat banyak sistem, salah satu alasannya untuk redundancy, kalau memakai satu sistem saja sekali mati, mati semua plantnya. Tetapi, kalau di industri makanan, mungkin cukup PLC+MMI saja, karena lebih murah daripada membeli DCS yang mahal.
Pendapat lainnnya mengatakan bahwa PLC tidak sama dengan DCS, PLC bukan sub sistem DCS dan DCS bukan PLC yang dibesarkan.

Bila dilihat dari awal terbentuknya kedua perangkat itu, PLC dibuat untuk menggantikan Relay Logic yang berfungsi sebagai shutdown system. DCS dibuat untuk menggantikan Controller (single Loop, multi loop, close loop, open loop, etc), yang mengendalikan jalannya Proses (Proses Control). Proses Controller tentu tidak sama dengan Logic Controller, dan jangan dipisahkan, karena akan berbeda maknanya.

DCS = Distributed Control System Apapun system control yang terdistribusi (Sebagai lawan dari DDC = direct digital control) dikategorikan sebagai DCS. Pada DDC seluruh control dilakukan dalam central processor sehingga apabila dia kegagalan, seluruh control plant akan ikut gagal. DDC, digunakan hampir, kalau tidak bisa disebut keseluruhannya sebagai Regulatory Control. Dan dari awalnya vendor-vendor yang mengusung nama DCS memang menggunakan produknya sebagai regulatory control.

Belajar Elektronika dan Instrumentasi

Elektronika merupakan ilmu yang mempelajari alat listrik arus lemah yang dioperasikan dengan cara mengontrol aliran elektron atau partikel bermuatan listrik dalam suatu alat. Edangkan instrumentasi adalah alat-alat dan piranti (device) yang dipakai untuk pengukuran dan pengendalian dalam suatu sistem yang lebih besar dan lebih kompleks.

Lalu apa hubungan antara elektronika dan instrumentasi?, dan apa pula manfaatnya untuk kehidupan?

Kita mulai dengan memperhatikan apa – apa yang ada disekitar kita, jam digital, stopwatch, thermometer, alat permal cuaca, dan banyak alat lainnya merupakan alat instrumentasi yang operasinya berdasarkan prinsip – prinsip elektronika.

Artinya elektronika dan instrumentasi dalam skala umum merupakan sesuatu yang diperlukan dan sangat bermanfaat untuk kehidupan sehari – hari.  Dengan memperlajari elektronika dan istrumentasi kita dapat melakukan inovasi – inovasi yang bertujuan untuk melakukan otomatisasi yang pada dasarnya sangat bermanfaat untuk mempermudah pekerjaan kita.
secara umum instrumentasi mempunyai 3 fungsi utama:
•    sebagai alat pengukuran
•    sebagai alat analisis, dan
•    sebagai alat kendali.

Bidang elektronika dan instrumentasi ini, tidak hanya diaplikasikan untuk industri kimia dan industri baja semata, tetapi diperlukan juga untuk pabrik mobil, pabrik gula, pabrik kertas, pabrik pemrosesan makanan, untuk instrumentasi kedokteran, dan untuk pabrik pembuatan alat-alat elektronik itu sendiri (seperti pabrik pembuatan telepon genggam, pabrik pembuatan chip/ sirkuit terpadu, pabrik pembuatan komputer, dsb). Bentuk variable fisis (fisika) dan kimia yang dipakai untuk dasar kendali dalam bidang instrumentasi ini meliputi:
•    suhu
•    tekanan
•    kecepatan aliran
•    ketinggian cairan
•    kepadatan benda dan kekentalan (viskositas) cairan di pabrik gula, misalnya
•    radiasi panas untuk suhu tinggi di pabrik baja
•    arus listrik, tegangan listrik, frekuensi
•    induktansi, kapasitansi
•    dll.


Elektronika dan Instrumentasi

Elektronika dan Instrumentasi

Elektronika dan Instrumentasi

Soekarno dan Api Islam

Firman Tuhan inilah yang selalu menjadi gitaku, dan ini juga yang seharusnya menjadi gitamu "Tidak akan berubah keadaan suatu bangsa, kecuali bangsa itu sendiri yang berusaha mengubahnya"
(Ir. Soekarno)


     Mungkin selama ini, banyak yang mengenal Bung Karno sebagai seorang tokoh nasionalis sekuler, bahkan ada juga sebagian yang menggolongkan beliau sebagai tokoh komunis Indonesia karena menawarkan  konsep Nasakom ( Nasionalis, Agama dan Komunis), sebuah konsep yang pernah ia jadikan Tagline Politik di era demokrasi terpimpin.

     Soekarno memang baru mempelajari islam di saat ia mulai tinggal di rumah HOS Tjokroaminoto, Ibunya berasal dari Bali sedangkan ayahnya penganut islam teosofi, dibawah bimbingan Tjokro, pemikiran keagamaannya mulai tumbuh dan berkembang puncaknya ketika ia berkorenspondensi dengan A hasan, Tokoh Persis.

     Dimasa pembuangannya di  Endeh oleh kolonial Belanda merupakan masa - masa pembelajaran bagi Seokarno mengenai Islam, ia mulai berkenalan dengan revolusi Arab Saudi yang dilakukan oleh Ibn Saud, Pan Islamisme jamaludin Al Afghani dan Muhammad Abduh, juga dengan sekularisme Turki dibawah Mustafa Kamal, karya - karya monumental nya Muhammad Ali Jinnah, Ahmad Khan Muslim India bermazhab Ahmadiyah pun menjadi salah satu referensi favoritnya ditambah dengan surat - suratnya dengan A hasan semakin mengokohkan khazanah intelektualitasnya mengenai pemikiran ke islamannya.

Bung Karno mulai mengkritik praktik keagamaan Muslim Indonesia yang ia nilai jauh dari semangat islam, dari api islam. Muslim Indonesia terlalu kaku dan ritual an sich, terbukti dari tulisan - tulisan beliau di harian pemandangan, pandji masyarakat, "Apa sebab Turki memisahkan Agama dan negara", "Nasionalis, Islam dan Sosialisme" merupakan beberapa dari buah tulisannya yang terkenal dan yang paling terkenal tentunya "Islam Sontoloyo".

     Dalam Islam Sontoloyo, bung karno mengkritik banyak Muslim yang mencoba menipu Tuhan dengan hukum Fiqih, hukum Fiqih diputar balikkan sedemikan rupa sehingga secara fiqih berbuatannya dibenarkan, dalam salah satu tulisannya "Bloodtranfusie"/ Donor darah, suatu persoalan yang ketika di zaman itu masih jadi perdebatan, ia dengan lantang mengatakan "bahwa semangat islam adalah semangat kemanusiaan, semangat humanisme, jadi tidak jadi masalah apakah seorang muslim menerima atau memberikan darahnya kepada non muslim ,bahkan dengan orang tak beragama pun sudah menjadi kewajiban setiap muslim untuk saling tolong menolong"
Tentu juga kita msih ingat bagaimana ketika Bung Karno walkout dari muktamar Muhammadiyah karena ia masih melihat Tabir pemisah antara perempuan dan laki-laki, ia menulis " Tabir adalah simbol perbudakan wanita", Nabi telah membebaskannya , ia juga meneruskan "Haji Agus Salim, Ulama kita pernah merobek tabir pemisah ini pada kongres Jong Islamited Bond, Tetapi mengapa kita, muhammadiyah masih memakainya.

    Dalam alam pemikiran Bung Karno, Islam adalah agama yang hidup, yang membebaskan, yang mencerahkan.

Merancang Program Motor Stepper dengan Codevision || Program Mikrokontroler dengan bahasa C

Motor Stepper adalah sebuah perangkat pengandali yang menkonversikan bit-bit sinyal menjadi posisi rotor, motor stepper biasanya dapat kita temui di dalam CD/DVD ROM, selengkapnya untuk mengetahui prinsip kerja dan karakteristik dari motor stepper dapat membaca tulisan saya sebelumnya: Prinsip Kerja Motor Stepper.

Dalam Tulisan kali ini saya akan tuliskan program sedehana dalam mengendalikan motor stepper, pertama kita rancang sistem mikrokontroler yang kita gunakan.
Merancang Program Motor Stepper dengan Codevision || Program Mikrokontroler  dengan bahasa C


lalu Buat program dengan codevision AVR, (setelah setting wizard awal)

#include
#include
#include


PORTA=0x00;
DDRA=0x00;

PORTB=0x00;
DDRB=0x00;

PORTC=0x00;
DDRC=0xFF;


PORTD=0x00;
DDRD=0x00;

TCCR0=0x00;
TCNT0=0x00;
OCR0=0x00;

while (1)
      {
   
       PORTC=0x01;
       delay_ms(50);
       PORTC=0x08;
       delay_ms(50);
       PORTC=0x02;
       delay_ms(50);
       PORTC=0x04;
       delay_ms(50);
   
      
      };

Analisa Program

4 bit motor stepper kita beri logika 1 bergantian,  dengan begita motor stepper akan bergerak sebesar 1 step, misal motor stepper kita mempunyai karakteristik 1 derajat per step, maka kita butuh perulangan 180 kali untuk menggeraknya sebesar 180 derajat, begitu juga seterusnya namun kalau kita menghendaki motor setpeer berjalan continues maka kita cukup lakukangan perulangan terus menerus

Jalankan program

Merancang Program Motor Stepper dengan Codevision || Program Mikrokontroler  dengan bahasa C

Semoga Bermanfaat

Review Novel Jejak langkah

Judul : Jejak langkah
Penulis : Pramodya Ananta Toer
Penerbit : Lentera di Pantara
Jumlah halaman : 721

"Sudah lama aku dengar dan aku baca suatu negeri dimana semua orang sama dihadapan hukum. Tidak seperti di hindia ini, kata dongeng ini juga:
Negeri ini memashurkan, menjunjung dan memuliakan kebebasan, persamaan dan persaudaraan. Aku ingin melihat negeri dongengan itu dalam kenyataan”

Jejak Langkah merupakan Novel ketiga dari tetralogi Buru, yang pertama Bumi manusia, periode yang bercerita tentang penyemaian dan kegelisahan. Novel kedua, anak semua bangsa, periode yang bercerita tentang pencarian spirit perjuangan dari kehidupan arus bawah pribumi yang tak berdaya melawan kekuasaan raksasa Eropa: maka Novel ketiga, jejak langkah adalah pengorganisasian perlawanan!

Minke memobilisasi segala daya untuk melawan bercokolnya kekuasaan Hindia yang sudah berabad-abad umurnya. Namun Minke tak memilih perlawanan bersenjata. Ia memilih jalan jurnalistik dengan membuat sebanyak-banyaknya bacaan pribumi. Yang paling terkenal tentu saja Medan Prijaji. Dengan koran ini, minke ingin mengembalikan agensi kepada rakyat pribumi tiga hal: meningkatkan boikot, berorganisai dan menghapuskan kebudayaan feodalistik.

Perpaduan jurnalistik dan organisasi, tak hanya membangkitkan nasionalisme disetiap kantong perlawanan di daerah, tapi juga menusuk para pembesar Belanda tepat di pusatnya. Itu pula modal awal negeri ini untuk besuara kepada dunia tentang apa yang sebenarnya terjadi di negeri angin selatan ini dibawah genggaman imperialisme negeri Angin utara. Lewat langkah jurnalistik, Minke berseru-seru: “Didiklah rakyat dengan organisasi dan didiklah penguasa dengan perlawanan”.

Teknologi Ramah Lingkungan >> Teknologi Masa Depan

     Dengan isu perubahan iklim, penipisan lapisan atmospher serta global warming membuat perubahan style  dalam upaya pengembangan teknologi, teknologi yang harus dikembangkan untuk masa depan ialah teknologi yang lebih ramah terhadap lingkungan, teknologi yang berwawasan lingkungan.

     Kendaraan yang ramah lingkungan seperti BMW dan mobil sport beranggapan bahwa mobil ramah lingkungan itu lamban. Sistem elektrik yang diusulkan di Delorean (kendaraan dari jaman jadul yang dimodivikasi untuk mobil Masa Depan) memperlihatkan mobil ramah lingkungan juga dapat menjadi luar biasa. Tentu saja, tren utama teknologi ramah lingkungan untuk 2012 tidak hanya tentang mobil. Ada perkembangan menarik yang melibatkan micro-living, gamification dan shared technology. Berikut empat tren ramah lingkungan yang pasti menarik untuk dibahas. 

1.Mobil Hybrid dan Energi Alternatif

Mobil listrik dan mobil hybrid telah ada dalam beberapa waktu ini tetapi teknologi ini hanya menjadi tren baru-baru ini saja, teknologi ini mulai berubah dari tujuan awal mereka.

Sebuah era baru untuk mobil ramah lingkungan telah berhasil memberikan performa yang baik dengan harga yang wajar. Chevy Volt dan Toyota Prius adalah dua sedan terjangkau yang telah hadir di pasaran mobil amerika. Beberapa produsen mobil ternama telah meluncurkan mobil konsep ramping yang menggunakan listrik. Sebagai contoh, BMW i8 adalah sebuah konsep mobil roadster yang tangguh. Sebuah versi yang sudah siap di jalan raya, yang dijadwalkan launching pada tahun 2013. Teknologi dasar telah digunakan di BMW hibrida seperti ActiveE, yang mulai di uji coba di lapangan.

Teknologi Ramah Lingkungan, Teknologi Masa Depan

2. Sharing is Caring
Konsep ini berkembang untuk semua jenis barang, termasuk program seperti bike-sharing Bixi di Montreal, yang memungkinkan pelanggan menyewa sepeda selama 45 menit tanpa biaya. Pengguna dapat memarkir sepeda mereka di docking stasiun yang akan menghitung biaya tagihan ketika sepeda dibawa keluar dan mengirimkan tagihan sesuai lama pemakaian. Perhitungan penyewaan sepeda untuk beberapa lama dikali dengan ongkos biaya, meskipun biaya minimal ($ 3 untuk menyewa sepeda untuk sampai satu jam setengah). Bixi telah menyebar di kota-kota lain, dan pemerintah New York mengumumkan program sharing sepeda pertama yang akan launching pada tahun 2012 yang akan beroperasi mirip dengan Bixi.

Teknologi Ramah Lingkungan, Teknologi Masa Depan

3. Micro-Living
Perusahaan besar juga mencoba mengecilkan footprint-nya. Banyak produsen yang menyusut jumlah kemasan yang mereka gunakan untuk mengirimkan produk. Sebagai contoh, Apple telah mengurangi beberapa kemasan tidak berguna dan mengembangkan desain unibody laptop yang lebih mudah untuk mendaur ulang dan memproduksinya.
Teknologi Ramah Lingkungan, Teknologi Masa Depan
4. Gamification Reigns

Merek dan perusahaan telah menyadari bahwa kompetisi yang ramah dan penghargaan terukur adalah cara yang bagus untuk membuat orang tertarik dan terlibat dalam suatu produk. Gerakan penghijauan yang semakin bijaksana . Permainan seperti tantangan kepada pemain Trash Tycoon untuk mendaur ulang jalan mereka ke kemenangan sedangkan situs seperti myenergy, recyclebank atau DailyFeats mendorong pengguna untuk mengurangi konsumsi energi mereka atau meningkatkan tindakan hijau mereka dengan menawarkan kompetisi ringan dan penghargaan yang relevan untuk perilaku ramah lingkungan.


Teknologi Ramah Lingkungan, Teknologi Masa Depan

Kutipan Favorit dari Anak Semua Bangsa

Anak Semua Bangsa merupakan kelanjutan dari Novel Bumi Manusia, sama seperti Bumi manusia begitu banyak kutipan - kutipan bijak yang terdapat dalam Novel ini, kutipan mengenai perjuangan, humanisme, perlawanan, dsb.

"Barang siapa tidak tahu bersetia pada azas, dia terbuka terhadap segala kejahatan: dijahati atau menjahati. (Mama, 4)

"Nama berganti seribu kali dalam sehari, makna tetap. (Mama, 20)

"Kalau hati dan pikiran manusia sudah tak mampu mencapai lagi, bukankah hanya pada Tuhan juga orang berseru? (Panji Darman/Jan Dapperste, 33)

"Kau pribumi terpelajar! Kalau mereka itu, pribumi itu, tidak terpelajar, kau harus bikin mereka jadi terpelajar. Kau harus, harus, harus bicara pada mereka, dengan bahasa yang mereka tahu. (Jean Marais, 55)

"Mendapat upah karena menyenangkan orang lain yang tidak punya persangkutan dengan kata hati sendiri, kan itu dalam seni namanya pelacuran? (Jean Marais, 59)

"Jangan kau mudah terpesona oleh nama-nama. kan kau sendiri pernah bercerita padaku: nenek moyang kita menggunakan nama yang hebat-hebat, dan dengannya ingin mengesani dunia dengan kehebatannya—kehebatan dalam kekosongan. Eropa tidak berhebat-hebat dengan nama, dia berhebat-hebat dengan ilmu pengetahuannya. Tapi si penipu tetap penipu, si pembohong tetap pembohong dengan ilmu dan pengetahuannya. (Mama, 77)

"Benih yang tidak sempurna akan punah sebelum berbuah. (Mama, 79)

"Jangan agungkan Eropa sebagai keseluruhan. Di mana pun ada yang mulia dan jahat. Di mana pun ada malaikat dan iblis. Di mana pun ada iblis bermuka malaikat, dan malaikat bermuka iblis. Dan satu yang tetap, Nak, abadi : yang kolonial, dia selalu iblis. (Mama, 83)

"Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun ? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari. (Mama, 84)

"Dengan ilmu pengetahuan modern, binatang buas akan menjadi lebih buas, dan manusia keji akan semakin keji. Tapi jangan dilupakan, dengan ilmu-pengetahuan modern binatang-binatang yang sebuas-buasnya juga bisa ditundukkan. (Khouw Ah Soe, 90)

"Pernah kudengar orang kampung bilang: sebesar-besar ampun adalah yang diminta seorang anak dari ibunya, sebesar-besar dosa adalah dosa anak kepada ibunya. (Robert Suurhorf, 98)

"Inilah jaman modern, Minke, yang tidak baru dianggap kolot, orang tani, orang desa. Orang menjadi begitu mudah terlena, bahwa di balik segala seruan, anjuran, kegilaan tentang yang baru menganga kekuatan gaib yang tak kenyang-kenyang akan mangsa. Kekuatan gaib itu adalah deretan protozoa, angka-angka, yang bernama modal. (Miriam de La Croix, 107)

"Apa akan bisa ditulis dalam Melayu? Bahasa miskin seperti itu? Belang bonteng dengan kata-kata semua bangsa di seluruh dunia? Hanya untuk menyatakan kalimat sederhana bahwa diri bukan hewan. (Minke, 114)

"Tanpa mempelajari bahasa sendiri pun orang takkan mengenal bangsanya sendiri. (Kommer, 119)

"Kartini pernah mengatakan : mengarang adalah bekerja untuk keabadian. (Kommer, 121)

"Kehidupan ini seimbang, Tuan. Barangsiapa hanya memandang pada keceriaannya saja, dia orang gila. Barangsiapa memandang pada penderitaannya saja, dia sakit. (Kommer, 199)

"Kehidupan lebih nyata daripada pendapat siapa pun tentang kenyataan. (Kommer, 199)

"Selama penderitaan datang dari manusia, dia bukan bencana alam, dia pun pasti bisa dilawan oleh manusia. (Kommer, 204)

"Revolusi Perancis, mendudukkan harga manusia pada tempatnya yang tepat. Dengan hanya memandang manusia pada satu sisi, sisi penderitaan semata, orang akan kehilangan sisinya yang lain. Dari sisi penderitaan saja, yang datang pada kita hanya dendam, dendam semata...(Kommer, 204)

"Orang rakus harta benda selamanya tak pernah membaca cerita, orang tak berperadaban. Dia takkan pernah perhatikan nasib orang. Apalagi yang hanya dalam cerita tertulis. (Mama, 382)

"semua yang terjadi di kolong langit ini adalah urusan setiap orang yang berfikir. (Kommer, 390)

"Kalau kemanusiaan tersinggung, semua orang yang berperasaan dan berpikiran waras ikut tersinggung, kecuali orang gila dan orang yang memang berjiwa kriminil, biar pun dia sarjana. (Kommer, 390)