Pengenalan DCS | Distributed Control System

      DCS (Distributed Control System) adalah suatu sistem yang digunakan untuk proses kontrol yang berorientasi continous atau batch proses seperti, industri semen, makanan minuman, kimia, pembangkit listrik, obat – obatan , besi – baja, kertas. DCS terhubung dengan field instrument dan sensor – sensor mengunakan setpoint pengontrolan. Contoh utama dalam pengontrolan menggunakan setpoint adalah mengatur pressure, flow fluida dengan memakai penggerak kontrol valve.

      Tiap DCS memakai sofware pengaturan dengan sistem integrasi atara konfigurator kontroller, HMI dan konfigurator lain, sehingga meskipun terlihat terpisah – pisah tetapi merupakan satu manufaktur Setiap DCS dibuat suatu sistem office station sendiri, dan semua fitur dari kontroller dapat diakses semaksimal mungkin. Pengalamatan memori dan modul I/O DCS umumnya tidak memakai urutan word dan bit tetapi berupa tag name – tag name yang dibuat dalam tiap block.

      Karena dibuat untuk pengaturan proses kontinyu dan batch, maka suatu konfigurasi fungsi blok sudah dibuat secara lengkap untuk semua kebutuhan proses kontrol kontinyu seperti regulary control dan regulary proses yang dapat berupa alogaritma PID, totalizer computing, raio kontrol dll.

     DCS umumnya memiliki kapasitas pengontrolan yang besar sampai lebih dari 10.000 I/O. Tiap kontroler menuju modul I/O, HMI ataupun sistem yang lebih tinggi memiliki bermacam penggunaan jaringan ataupun protokol komunikasi. Transmisinya juga dibuat sefleksibel mungkin dengan memakai twisted pair, coaxial, ataupun fiber optic. Dengan kelebihan ini proses pengontrolan didesain sampai pada management level.

Sejaran Pengembangan DCS

      Awalnya minikomputer diaplikasikan untuk proses kontrol pada awal tahun 60-an. Sistem ini memusatkan semua pengontrolan dari field.

      DCS sendiri dikenalkan pada tahun 1975 oleh Honeywell dengan produk TDC 2000 dan Yokogawa dengan produk CENTUM. Di amerika Bristol mengenalkan UCS 3000 dan pada tahun 1980 Baley (bagian dari ABB) meluncurkan NETWORK 90.

      DCS berkembang setelah terbukti menaikkan kehandalan mikrokomputer dan mikroprosesor dalam dunia proses kontrol. DCS yang memakai kontrol fungsi blok dimulai oleh Foxboro dan memakai teknologi tinggi seperti Fondation Fielbus saat ini. Komunikasi digital diantara kontroller dan HMI atau supervisory control computers adalah keunggulan utama DCS. Dan dibuat suatu sistem reudandency.

      DCS saat ini telah berkembang dan disempurnakan sistemnya mengikuti teknologi saat ini baik berupa jaringan dan sistem operasinya> Perkembangan berikutnya didukung oleh OLE for process control (OPC) dan komunikasi lain seperti fieldbus, profibus membuat sistem DCS menjadi lebih ringkas tetapi membutuhkan sistem engineering yang tinggi. 

Perbedaan PLC dengan DCS ?
      
       Sebelumnya sudah dijelaskan mengenai DCS dimana dasar pembutanya sangat berbeda dengan PLC sedangkan keduanya adalah alat kontrol yang secara hadware kebanyakan hampir sama. PLC (Programable logic controller ) adalah alat kontrol yang dibuat untuk meringkas suatu kerja relay – relay yang dahulu sangat berperan dalam industri. Pada penjelasan overview PLC, diterangkan bahwa PLC menggeser masa wire logic. Sebelumnya pengontrolan PLC adalah logika kontrol, tetapi dengan adanya perkembangan industri dan tuntutan pasar maka PLC bertambah fungsi dengan melakukan pengontrolan pross kontinyu. Karena didasarkan oleh sistem logika maka pengalamatan dan sistem memori disesuaikan dengan sistem kerjanya yaitu bit, byte, word ataupun bilangan biner yang lebih luas. Dengan perubahan ini PLC diganti nama dengan hanya programable controller.
       Berbeda dengan DCS, penghubungan PLC secara integrasi dan jaringan biasanya diintegrasikan oleh beberapa sistem yang berbeda manufaktur. Karena tidak memiliki sistem office station sendiri, pada saat diintegrasikan oleh sistem umum seperti SCADA, fitur – fitur PLC harus dibuat sendiri untuk keoptimumannya. Misalnya alarm error semua unit ataupun penampil umum seperti faceplate.

Pengenalan DCS | Distributed Control System


Control Valve


Pada dasarnya Valve merupakan suatu device / alat yang digunakan untuk membuka atau pun menutup suatu aliran fluida (liquid atau gas). Pada bentuk konvensional valve banyak kita temui digunakan di tengah – tengah kita yang biasa kita sbut “kran” namun pada perkembangannya  dalam dunia industri terutama pada bagian instrumentasi valve menjadi salah satu device yang sering digunakan, yang akan dijelakan pada tulisan ini.

Jenis valve yang menjadi pokok bahasan pada tulisan ini adalah control vale, control valve sendiri adalah valve yang digunakan untuk mengatur aliran (flow) yang akan dilewati sesuai dengan set point yang di tugaskan padanya, sebagai salah satu paramenetr pengendali control valve ini bisa berupa preasure (tekanan), flow (aliran), temperature (suhu), Level (ketinggian), dll sesuai dengan sensor elemen yang terdapat pada control valve tersebut.

Control valve ini dapat bekerja secara mekanis dan elektris. Pada cara kerja mekanis, posisi buka tutup vale didasarkan dari gerak mekanis dari elemen – elemen yang menyusunnya, pada jenis ini control valve nya biasanya berukuran besar. Dan yang kedua, cara kerja elektris, posisi buka tutup valve bekerja berdasarkan sinyal listrik yang diberikan oleh elemen sensor yang terdapat padanya, biasanya pada jenis ini ignakan controller bisa berupa PLC, DCS, atau mikrokontroler sebagai unit pengolah datanya.

Control Valve

Control Valve


Review Novel 99 Cahaya Langit Eropa


Review Novel 99 Cahaya Langit Eropa

Judul : 99 Cahaya Langit Eropa
Penulis : Hanum Salsabiela Rais
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman :392


Eropa bukan sekedar Eiffel atau Colosseum, bukan sekedar Tembok Berlin, Eropa adalah sejuta misteri tentang sebuah peradaban yang sangat luhur, Peradaban Cahaya yang pernah memayungi dunia




Novel 99 Cahaya Langit Eropa , perjalanan menapak jejak islam di Eropa merupakan salah satu koleksi novel baru yang saya dapatkan. Novel yang di tulis oleh hanum Salsabiela Rais anak dari Amien rais.

Pada awalnya saya tidak mempunyai alasan kenapa harus memilih novel ini, namun  yang pasti dari sinopsis dan yang dipaparkan pada backcover novel ini, seakan memberikan suatu sensasi baru yang akan menambah cakrawala pengetahuan bagi pembacanya. saya baru membaca bagian awal dari novel ini, dan seolah dibawa untuk kembali ke masa dahulu untuk menapaki jejak – jejak petualangan Ibnu Batutah, kedalaman analisa Ibnu Kholdun serta jejak ilmu Ibnu Rusyd, dan masa – masa ketika universited cordova menjadi mercusuar ilmu pengetahuan, sumber peradaban.

Aku mengucek – ucek mata. Lukisan Bunda Maria dan Bayi Yesus itu terlihat biasa saja. Jika sedikit lagi saja hidungku menyentuh permukaan lukisan, alarm di Museum Louvre akan berdering – dering. Aku menyerah. Aku tidak bisa menemukan apa yang aneh pada lukisan itu.

“Percaya atau tidak, pinggiran hijab Bunda Maria itu bertahtakan kalimat tauhid Laa illaha illallah, hanum,” ungkap Marion akhirnya.


Apa yang anda bayangkan jika mendengar “Eropa”? Eiffel? Colosseum? San Siro? Atau Tembok Berlin?

Bagi saya, Eropa adalah sejuta misteri tentang sebuah peradaban yang sangat luhur, peradaban tentang keyakinan saya, Islam.

Buku ini bercerita tentang perjalanan sebuah “pencarian”. Pencarian 99 cahaya kesempurnaan yang pernah dipancarkan Islam di benua ini.

Dalam perjalan itu saya bertemu dengan orang-orang yang mengajari saya, apa itu Islam rahmatan lil alamin. Pejalanan yang mempertemukan saya dengan para pahlawan Islam pada masa lalu. Perjalan yang merengkuh dan mendamaikan kalbu dan keberadaan diri saya.

Pada akhirnya, dibuku ini Anda akan menemukan bahwa Eropa tak sekedar Eiffel atau Colosseum. Lebih…sungguh lebih daripada itu.

Sekian pembaca, semoga review singkat ini dapat memberikan suatu informasi yang bermanfaat, sebagai petimbangan bagi teman – teman sekalian yang ingin menambah koleksi bacaan yang inspiratif. 



Tags: Review  99 Cahaya di Langit Eropa, Catatan 99 Cahaya di Langit Eropa ,Novel Islami , Novel Sejarah

Review Novel Rumah Kaca

Review Novel Rumah Kaca
     

Judul : Rumah Kaca
Penulis : Pramodya Ananta Toer
Penerbit : Lentera di Pantara
Jumlah halaman :646





"Desposuit Potentes de Sede et Exaltavat Humiles | Dia rendahkan mereka yang Berkuasa dan Naikkan Mereka yang Terhina"

     Kalau Roman pertama, Bumi Manusia, merupakan periode penyemaian dan kegelisahan; roman kedua, Anak Semua Bangsa, adalah periode observasi atau turun ke bawah; roman ketiga, Jejak Langkah, adalah pengorganisasian perlawanan; maka roman ke empat, Rumah Kaca, dalah reaksi balik dari pemerintahan Hindia Belanda yang melihat kebangkitan perlawanan meluas di tanah jajahan mereka.

      Novel ini pun unik karena ada peralihan pusat penceritaan. jika pada tiga buku sebelumnya penceritaan berpusat pada Minke, maka pada buku ke empat ini penceritaan beralih pada seorang arkhivari atau juru arsip bernama Pangemanan dengan dua n. Peralihan ini juga simbolisasi dari usaha Hindia melumpuhkan sepak terjang Minke yang tulisannya membuat banyak orang, dalam istilah anak bawang Minke, Marco "Moentah darah".

      Dalam buku ke empat ini Minke yang menjadi representasi pembangkangan anak terpelajar pribumi  yang menjadi target nomor satu untuk ditangkap dan ditahan. yang unik justru ia ditahan dalam sebuah operasi pengarsipan yang rapi atas semua tindak tanduknya. lewat arsip-arsip itulah ia dikurung. Dalam buku ini memperlihatkan bagaimana kegiatan arsip menjadi salah satu kegiatan politik paling menakutkan bagi aktivis pergerakan kemerdekaan yang tegabung dalam pelbagai organisasi. Arsip adalah mata radar Hindia yang ditaruh di mana - mana untuk merekam apa pun yang digiatkan aktivis pergerakan itu. Pram dengan cerdas mengistilahkan politik arsip itu sebagai kegiatan  pe-rumah kaca-an.

      Novel besar berbahasa Indonesia yang menguras energi pengarangnya untuk menampilkan embrio Indonesia dalam rangrangan negeri kolonial. Sebuah karya pascakolonial paling bergengsi.

Kutipan Favorit Novel Rumah kaca

"Betapa sederhana hidup ini sesungguhnya yang pelik cuma liku dan tafsirannya. (Pangemanann, 38)

"Nilai yang diwariskan oleh kemanusiaan hanya untuk mereka yang mengerti dan membutuhkan. Humaniora memang indah bila diucapkan para mahaguru—indah pula didengar oleh mahasiswa berbakat dan toh menyebalkan bagi mahasiswa-mahasiswa bebal. Berbahagialah kalian, mahasiswa bebal, karena kalian dibenarkan berbuat segala-galanya. (Pangemanann, 39

"Hidup sungguh sangat sederhana. Yang hebat-hebat hanya tafsirannya. (Pangemanann, 46

"Orang begitu tabah menghadapi kehilangan kebebasannya, akan tabah juga kehilangan segala-galanya yang masih tersisa. (Pangemanann, 53)

"Seorang tanpa prinsip adalah sehina-hina orang manusia setengik-tengiknya. (Pangemanann, 73)

"...soalnya memang kertas-kertas yang lebih bisa dipercaya. Lebih bisa dipercaya daripada mulut penulisnya sendiri. (Tuan L, 92)

"Setiap tulisan merupakan dunia tersendiri, yang terapung-apung antara dunia kenyataan dan dunia impian. (Pangemanann, 138)

"...dan apalah artinya kebahagiaan kalau bukan rangkaian kesenangan detik demi detik tanpa nurani berjingkrak-jingkrak menggugat. (Pangemanann, 141)

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. (Minke, 352)

"Orang bilang ada kekuatan-kekuatan dahsyat yang tak terduga yang bisa timbul pada samudera, pada gunung berapi dan pada pribadi yang tahu benar akan tujuan hidupnya. (Pangemanann, 409)

"Sejak jaman nabi sampai kini, tak ada manusia yang bisa terbebas dari kekuasaan sesamanya, kecuali mereka yang tersisihkan karena gila. Bahkan pertama-tama mereka yang membuang diri, seorang diri di tengah-tengah hutan atau samudera masih membawa padanya sisa-sisa kekuasaan sesamanya. Dan selama ada yang diperintah dan memerintah, dikuasai dan menguasai, orang berpolitik. (Minke, 420)

"Kita semua harus menerima kenyataan, tapi menerima kenyataan saja adalah pekerjaan manusia yang tak mampu lagi berkembang. Karena manusia juga bisa membikin kenyataan-kenyataan baru. Kalau tak ada orang mau membikin kenyataan-kenyataan baru, maka “kemajuan” sebagai kata dan makna sepatutnya dihapuskan dari kamus umat manusia. (Minke, 436)

"Pada akhirnya persoalan hidup adalah persoalan menunda mati, biarpun orang-orang yang bijaksana lebih suka mati sekali daripada berkali-kali. (Pangemanann, 443)

"Bagaimanapun masih baik dan masih beruntung pemimpin yang dilupakan oleh pengikut daripada seorang penipu yang jadi pemimpin yang berhasil mendapat banyak pengikut. (Pangemanann, 443)  

 "Gairah kerja adalah pertanda daya hidup; dan selama orang tidak suka bekerja sebenarnya ia sedang berjabatan tangan dengan maut. (Pangemanann, 460)

                            Transformator Distribusi


                            Tujuan dari penggunaan transformator distribusi adalah untuk mengurangi tegangan utama dari sistem distribusi listrik untuk tegangan pemanfaatan penggunaan konsumen.Transformator distribusi yang umum digunakan adalah transformator step-down 20kV/400V. Tegangan fasa ke fasa sistem jaringan tegangan rendah adalah 380 V. Karena terjadi drop tegangan, maka pada tegangan rendahnya dibuat diatas 380V agar tegangan pada ujung penerima tidak lebih kecil dari 380V. Sebuah transformator distribusi perangkat statis yang dibangun dengan dua atau lebih gulungan digunakan untuk mentransfer daya listrik arus bolak-balik oleh induksi elektromagnetik dari satu sirkuit ke yang lain pada frekuensi yang sama tetapi dengan nilai-nilai yang berbeda tegangan dan arusnya.

                            Transformator distribusi yang terpasang pada tiang dapat dikategorikan menjadi :
                             Conventional transformers
                             Completely self-protecting ( CSP ) transformers
                             Completely self-protecting for secondary banking ( CSPB ) transformers

                            Conventional transformers tidak memiliki peralatan proteksi terintegrasi terhadap petir,gangguan dan beban lebih sebagai bagian dari trafo. Oleh karena itu dibutuhkan fuse cutout untuk menghubungkan conventional transformers dengan jaringan distribusi primer. Lightning arrester juga perlu ditambahkan untuk trafo jenis ini.

                            Completely self-protecting ( CSP ) transformers memiliki peralatan proteksi terintegrasi terhadap petir, baban lebih, dan hubung singkat. Lightning arrester terpasang langsung pada tangki trafo sebagai proteksi terhadap petir. Untuk proteksi terhadap beban lebih, digunakan fuse yang dipasang di dalam tangki. Fuse ini disebut weak link. Proteksi trafo terhadap gangguan internal menggunakan hubungan proteksi internal yang dipasang antara beliran primer dengan bushing primer.

                            Completely self-protecting for secondary banking ( CSPB ) transformers mirip dengan CSP transformers, tetapi pada trafo jenis ini terdapat sebuah circuit breaker pada sisi sekunder, circuit breaker ini akan membuka sebelum weak link melebur.
                            Transformator Distribusi

                            Transformator Distribusi


                            Sistem Pendingin Transformator

                            Sistem pendinginan trafo dapat dikelompokkan sebagai berikut :

                            1. ONAN ( Oil Natural Air Natural )

                            Sistem pendingin ini menggunakan sirkulasi minyak dan sirkulasi udara
                            secara alamiah. Sirkulasi minyak yang terjadi disebabkan oleh perbedaan berat
                            jenis antara minyak yang dingin dengan minyak yang panas.

                            2. ONAF ( Oil Natural Air Force )

                            Sistem pendingin ini menggunakan sirkulasi minyak secara alami
                            sedangkan sirkulasi udaranya secara buatan, yaitu dengan menggunakan
                            hembusan kipas angin yang digerakkan oleh motor listrik. Pada umumnya operasi
                            trafo dimulai dengan ONAN atau dengan ONAF tetapi hanya sebagian kipas
                            angin yang berputar. Apabila suhu trafo sudah semakin meningkat, maka kipas
                            angin yang lainnya akan berputar secara bertahap.

                            3. OFAF ( Oil Force Air Force )

                            Pada sistem ini, sirkulasi minyak digerakkan dengan menggunakan
                            kekuatan pompa, sedangkan sirkulasi udara mengunakan kipas angin.